Jumat, 20 April 2018

Di Sumenep, Angka Penceraian Tinggi

    4/20/2018   No comments

MOKI, Sumenep - Angka penceraian di Sumenep, Madura cukup di bilang tinggi, peryataan itu di sampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Pengadilan Agama (PA) Sumenep, Subhan Fauzi, Jum'at, 20 April 2018.



Dijelaskan, tingginya angka percerian itu disebabkan karena beberapa faktor, salahsatunya faktor ekonomi yang belum stabil.

Selain itu disebabkan karena dampak media sosial yang mempengaruhi pada perselingkuhan. Sehingga dantara keduanya (suami dan isteri) sering bertengkar.

"Ada juga karena faktor kekerasan rumah tangga (KDRT) dan pernikahan dini. Tapi terbanyak karena faktor ekonomi," jelasnya.

Menurutnya,  angka perceraian di Sumenep bisa dibilang sangat tinggi dibandingkan di daerah lain. Tahun 2017 angka perceraian lebih dari seribu perkara yang diputus.
"Tahun 2017 antara 1200 hingga 1300 san perkara," terangnya.



Sambung dia, sejak Januari hingga April 2018, pihaknya menangani 120 perkara.
Dari jumlah tersebut setiap harinya Majelis Hakim memutuskan rata-rata 10 perkara. Sehingga dengan begitu jumlah/pertumbuhan janda di Kabupaten Sumenep meningkat menjadi 10 orang per hari.

"Setiap hari pengadilan agama memutuskan kurang lebih 10 perkara," jelasnya.

Namun demikian kata  Subhan, sebelum majelis hakim memutusakn perkara, Hakim masih memberikan ruang supaya bisa rujuk kembali. Sebab, secara agama perceraian dilarang bahkan sangat dibenci oleh Tuhan Yang Maha Esa.



"Saat proses mediasi kami selalu berupaya agar keduanya bisa rujuk kembali," pungkasnya.(sari)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.