Senin, 16 April 2018

Gara gara Prona Di Pungli, Kepala Desa Kertasada Di Tahan Kejari Sumenep

    4/16/2018   No comments

MOKI, Sumenep- Tersangkut kasus pungutan liar (Pungli) program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) 2017,  Kepala Desa Kertasada, Kecamatan Kalianget, Sumenep, Madura, Jawa Timur ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat. Senin, 16/4/2018.



Berdasarkan hasil penyelidikan diketahui, tersangka melakukan pungutan liar kepada pemohon PTSL tahun 2017. Modus yang dilakukan dengan cara mengambil uang lebih dari pemohon diluar ketentuan biaya sebagaimana yang ditetapkan Pemerintah.

“Hasil pungutan berkisar Rp157 juta,” kata Kasi Pidsus Kejari Sumenep, Herpin Hadad

Sambung Herpin, tindakan tersamgka melanggar Pasal 12 huruf e Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah Undang-Undan RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomo 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, subsider Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah Undang-Undan RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomo 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.



"Penahanan Dekky Candra  Permana (kades) di Rutan Klas II B Sumenep dilakukan pada, Senin, 16 April 2018 sekitar pukul 12.00 Wib" paparnya.

Menurutnya,Penahanan itu dilakukan setelah penyidik menemukan alat bukti yang cukup.



“Penahanan dilakukan setelah penyidik merasa memiliki dua alat bukti yang cukup. Dia ditahan di Rutan Sumenep selama 20 hari kedepan terhitung mulai hati ini,” tegas Herpin Hadad, pada awak media. Jum'at (16/4/18)

Herpin mengaku belum bisa memastikan kapan pelimpahan berkas ke pengadilan Tipikor Surabaya. Namun ditargetkan sebelum masa penahanannya habis, berkas sudah dilimpahkan.



"Yang pasti sebelum masa penahanannya habis, berkas sudah dilimpahkan ke pengadilan Tipikor Surabaya," Pungkasnya.(sari)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.