Senin, 30 April 2018

Pemkab Sumenep, Berikan Bantuan RTLH Dan Bantuan Bedah Rumah

    4/30/2018   No comments

MOKI, Sumenep - Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur tahun 2018 memberikan bantuan program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan Bedah Rumah untuk keluarga lansia.



 Bupati Sumenep A Busyro Karim mengatakan tidak direalisasikannya 180 bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan bedah rumah keluarga lansia itu karena saat disurvei kondisi rumahnya sudah bagus. "Artinya sudah tidak lagi perlu dibantu. Artinya ini bentuk kehatian-hatian kami dalam merealisasikan bantuan agar tepat sasaran," kata Busyro. Senin (30/4/18)

Menurutnya, meskipun tidak terealisasi pada periode ini anggaran tersebut dipastikan tidak akan hangus. Sebab, akan direalisasikan pada perubahan anggaran tahun yang sama. "Tentunya dengan penerima lain yang masuk dalam kriteria itu," tegasnya.



Oleh sebab itu, pihaknya meminta agar bantuan itu benar-benar dimanfaatkan sesuai juknis yang telah ditetapkan pemerintah. Apabila terdapat ketidak sesuaian dan apabila bantuan itu "dipotong" oleh oknum tertentu untum segera dilaporkan pada penegak hukum. "Sikat saja biar t ada efek jera," Ucapnya.

Sementara kepala dinas Sosial (Dinsos) Sumenep Achmad Aminullah menjelaskan, jumlah calon penerima bantuan yang bersumberkan dari APBD tingkat II itu sebanyak 481 penerima. Hanya saja setelah dilakukan verifikasi terdapat 180 calon penerima dinyatakan tidak layak untuk mendapatkan bantuan yang bersifat sitimulan itu.



"Selah dilakukan verifikasi 180 calon penerima dinyatakan tidak layak mendapatkan bantuan tersebut," paparnya.

Adapun perinciannya sambung Aminullah, calon penerima bantuan bedah rumah untuk lansia sebanyak 36 penerima dari jumlah penerima awal sebanyak 160 penerima dinyatakan gagal. Sementara 144 orang dari jumlah calon penerima bantuan RTLH sebanyak 312 dinyatakan gugur.

"Setelah dilakukan verifikasi sejumlah penerima sudah tidak masuk dalam kriteria, baik itu RTLH maupun bedah rumah bagi lansia. Sehingga terpaksa tidak kami realisasikan," Jelasnya.

Dia menambahkan, terdapat sebesar Rp2,7 miliar dari dua program tersebut yang tidak bisa direalisasikan tahun ini. Setiap penerima kedua jenis bantuan itu mendapatkan sebesar Rp15 juta.



"Yang tidak terserap sebesar Rp540 juta untuk program bedah rumah dari total anggaram sebesar Rp2,4 milir, sementara untuk program RTLH sebesar Rp2.160.000.000 dari total anggaran sebesar Rp4.815.000.000 yang tidak bisa direalisasikan," tutupnya.(sari)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.