Minggu, 29 April 2018

Polisi Tetapkan 5 Orang Tersangka Terkait Pengeboran Minyak Ilegal

    4/29/2018   No comments

MOKI - ACEH TIMUR, Pasca ledakan sumur minyak ilegal pada tanggal (24/04) dini hari lalu mengakibatkan 60 orang korban jiwa diantaranya, 21 orang tewas dan 39 lainnya orang luka parah di Dusun Bakti, Gampong Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur. Minggu (29/4/2018).



Saat ini Satuan Reskrim Polres Aceh Timur telah melakukan serangkaian guna menyikapi kejadian tersebut dan telah ditetapkan 5 orang tersangka, namun satu diantaranya sudah meninggal dunia pasca kecalakaan tersebut.

Saat konferensi pers yang berlangsung di Aula Wira Satya Porles Aceh Timur. Minggu (29/4/2018). Kapolres Aceh Timur AKBP Wahyu Kuncoro, S.I.K, M.Hum didampingi Dandim 0104/Atim Letkot Inf Muhammad Iqbal lubis menjelaskan, pihak Kepolisian saat ini sudah melakukan pemeriksaan sedikitnya terhadap 30 saksi dari hasil pengembangan tersebut, penyidik tetapkan 5 orang tersangka serta mengamankan sejumlah barang bukti yang berada dilokasi kejadian.

“Hasil penyelidikan, penyidik menetapkan 5 orang tersangka satu diantaranya sudah meninggal dunia, dan sudah kita amankan berserta barang bukti lainnya,” terangnya.



Adapun kelima tersangka tersangka tersebut yakni :

-B (51) sebagai Geucik Gampong Pasir Putih, yang memberi izin kepada setiap penambangan dengan mengeluarkan surat izin dengan perjanjian setiap minyak yang dikeluarkan penambangan wajib membayar Rp 5000/Drum.

– F(34) Ketua Pemuda, terlibat karna membantu Geucik mendata dan mengumpulkan hasil setoran dari pengambang minyak ilegal tersebut.

– Z (39) warga Gampong Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, keterlibatan sebagai penyandang Dana atau pemilik modal.

– J (45) warga Gampong Pasir Putih, keterlibatan sebagai penyedia lahan atau pemilik lahan dengan cara menawarkan kepada si penambang dan membuat perjanjian pembagian dari hasil minyak tersebut.



– alm. A alias D (35) warga Gampong Pasir Putih, Ranto Peureulak, sebagai pekerja di tambang tersebut, saat ini A dikabarkan sudah meninggal dunia di TKP pasca ledakan sumur minyak.

Saat ini 4 tersangka tersebut di jerat dengan pasal 53 JO 53 ayat 1 UU Nomor 22 tahun 2001 tentang Migas serta JO 53 KUHP dan JO pasal 55 KUHP dengan ancaman 6 tahun penjara.

Selain itu Polres Aceh Timur juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa, 9 unit sepeda motor dalam keadaan terbakar, 1 becak mesin dalam kondisi terbakar dan satu set alat untuk melakukan pengeboran serta minyak mentah yang saat ini sudah dititipkan ke pihak Pertamina EP Ranto Peureulak.



“Minyak mentah yang terus keluar itu minta pihak Pertamina menyedot dan menyimpannya sebagai barang bukti,” tutup Kapolres Aceh Timur AKBP Wahyu Kuncoro, S.I.K, M.Hum." (Rusdi Hanafiah).

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.