Senin, 02 April 2018

SMKN 1 Sumenep, 407 Peserta UNBK Tiga Peserta DI Pastikan Tidak Ikut

    4/02/2018   No comments

MOKI, Sumenep - Dari 407 anak didik Sekolah Menengah Kejuruan Negeri(SMKN) 1 Sumenep, Madura, Jawa Timur 404 Di pastikan ikut Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Senin (02/4/2018.



Berdasarkan data yang diberikan Kepala Sekolah SMKN I Sumenep, Ishak melalui Wakasek bidang Kurikulum Norfa'i Menjelaskan, Untuk menghadapi UNBK sekolah menengah kejuruan negeri 1 di ikuti sebanyak 407, itu berdasarkan daftar yang ada.

"Namun, dari jumlah daftar 407 tersebut, hanya tiga orang yang tidak mengikuti UNBK itu disebabkan satu orang meninggal dunia, dua orang berhenti atas permintaan orang tuanya," Katanya saat dikonfirmasi diruang kerjanya.



Dengan demikian, Dalam proses pelaksanaan ujian nasional berbasir komputer itu di lakukan tiga sesi. Adapun ketiga sesi itu juga terbagi menjadi tiga ruangan.

"Dari pembagian tiga sesi itu satu sesi terisi tujuh ruangan dan dua sesi tujuh ruangan sementara sesi ke ketiga itu terisi enam ruangan," Jelasnya.



Oleh sebab itu, Pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer akan diselenggarakan empat hari, ke empat hari itu dari hari senin hingga berakhir dihari kamis.

"Pelaksanaan UNBK ini dari hari senin  sampai kamis , jadi, untuk matapelajaran yang harus di ikuti mulai dari pelajaran Bahasa indonisia, matematika, bahasa ingris, kejuruan," Tukasnya.

Pihaknya berharap di hari pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer, membuat anak didik mampu untuk mencapai nilai yang memuaskan, tidak hanya demikian, melainkan dalam pelaksanaan UNBK ini tidak ada kendala apapun.



Terpisah, Operator UNBK Cabang Disdik Provinsi Jawa Timur Wilayah Sumenep, Ari Wahyudi mengungkapkan ribuan siswa SMK itu tersebar di 47 lembaga penyelenggara UNBK, baik di wilayah daratan maupun kepulauan.

“Sekarang merupakan hari pertama pelaksanaan UNBK untuk SMK dan akan berlangsung selama empat hari hingga Kamis (5/4/2018),” katanya.

Menurutnya, semua SMK baik daratan maupun kepulauan telah melaksanakan UNBK. Hanya saja ada dua lembaga di kepulauan yang UNBK-nya secata “off line” karena terkendala jaringan internet.



“Dua SMK yang secara “off line” yakni SMK Al-Bukhori dengan 27 siswa dan SMK Ismaili dengan siswa sebanyak 34 orang,” terangnya.

Untuk SMK Al-Bukhori itu di Kecamatan Arjasa dan SMK Ismaili di Kecamatan Masalembu. Tapi meski “off line” pihaknya meyakini tidak akan mengganggu pelaksanaan ujian. Karena semuanya sudah dipersiapkan secara matang.

Disamping itu, pihaknya menegaskan pelaksanaan UNBK ini tetap mendapatkan pengawasan secara ketat, dan dipastikan siswa akan mengerjakan soal sendiri tanpa ada bantuan dari siapapun.



“Semua kegiatan UNBK itu tetap mendapatkan pengawasan dari petugas. Sehingga guru tidak bisa ikut campur dalam pengerjaan soal tersebut,” tukasnya.(sar)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.