Jumat, 11 Mei 2018

Anggota MPR/DPR RI Firman Soebagyo Bersama PASOPATI Mengadakan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan Empat Konsensus Dasar

    5/11/2018   No comments

MOKI, Pati - Dalam rangka Reses di wilayah Dapil 3 Jawa Tengah, Anggota MPR/DPR RI Fraksi Partai Golkar Firman Soebagyo, SE. MH bersama Paguyuban Solidaritas Kepala Desa (PASOPATI) menggandeng Kodim 0718 Pati mengadakan Sosialisasi Pemantapan Wawasan Kebangsaan Empat Konsensus Dasar kepada Konstituennya di gedung serba guna Desa Winong, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati. Jum'at, 11/5/2018. Pukul, 14.00 Wib.



Hadir dalam Sosialisasi Wawasan Kebangsaan Konsensus Dasar Empat Pilar, Firman Soebagyo, SE. MH Anggota MPR/DPR RI Fraksi Partai Golkar, Bupati Pati yang diwakili Camat Winong Suhariyanto, SH, Dandim 0718 Pati yang diwakili Kapten Yahudi, Muspika Kecamatan Winong, Kepala Desa se-Kecamatan Winong, Toga, Timas dan Masyarakat.

Dalam sambutan Firman Soebagyo mengungkapkan, perlunya sering dilakukan Sosialisasi Konsensus Dasar Empat Pilar agar masyarakat lebih memahami arti Kebangsaan dengan nilai-nilai Nasionalisme, supaya kasus yang terjadi baru-baru ini di Rumah Tahanan Mako Brimob tidak terulang karena masyarakat mengerti arti Nasionalisme dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pemaparan Konsensus Dasar Empat Pilar disampaikan oleh Kapten Yahudi anggota Kodim 0718 Pati, dengan Tema "Indonesia 27 Tahun Kedepan". Dalam rangka menghadapi globalisasi keberadaan Negara Indonesia masih dalam pertanyaan besar, dalam kehidupan masyarakat lebih kuat dan sejahtera atau gagal.



Apalagi sekarang muncul kelompok-kelompok Terroris dengan ajaran dan doktrin yang ingin merusak ketentraman dalam kehidupan baik melalui sektor ekonomi maupun sektor ketahanan negara. Oleh karena itu masyarakat harus memiliki pondasi kuat nasionalisme untuk menjaga ketahanan Negara Republik Indonesia. Masyarakat harus ikut membantu TNI/Polri untuk menjaga Kedaulatan NKRI.

Kelompok-kelompok Radikalisme dan Terrorisme terus melakukan upaya-upaya Fitnah, Provokasi kepada masyarakat perlu sangat diwaspadai, karena Indonesia ini sebagai incaran negara asing yang dianggap memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah.

Pesan terakhir Kapten Yahudi, dalam rangka mempertahankan Kedaulatan Negara Republik Indonesia yang memiliki kekatan sumber daya alam melimpah, masyarakat harus ikut berperan bersama-sama dengan TNI/Polri mewaspadai gerakan-gerakan radikalisme dan terrorisme supaya Indonesia bisa menjadi Negara yang kuat dan masyarakat sejahtera.



"Berkaitan dengan masalah terorisme ini selalu dikaitkan dengan hak asasi manusia, sedangkan HAM ini untuk siapa? Kalau kita lihat peristiwa yang terjadi itu kan penganiayaan terhadap aparatur Keamanan yang sudah sedemikian rupa. Bagi saya pribadi pelakunya sudah tidak ada ampun lagi bagi mereka, tapi Kepolisian tidak menggunakan sekrup di mana mereka sangat hati-hati dan Alhamdulillah walaupun ada korban yang gugur dan kemudian yang di sandra sudah diselamatkan, ini juga merupakan satu langkah yang sangat positif namun tentunya setelah ini terjadi perlu ada evaluasi secara menyeluruh letak persoalannya hingga ke depan tidak saling menyalahkan. Kita mencari jalan keluar yang terbaik, lebih hati-hati dan waspada ini yang perlu kami sampaikan kepada warga masyarakat tentunya di peta Desa harus mulai menyikapi sikap kehati-hatian. Seperti Sungai Kuning yang ada multiple efeknya peristiwa satu dengan peristiwa lain itu bersih akan ada berkaitan apalagi ini sudah mendekati tahun politik, cara saya ini tidak bisa dilepaskan dari pada kepentingan - kepentingan politik menjelang Pemilu 2019,"kata Firman Soebagyo kepada awak media selesai mengadakan paparan Wasasan Kebangsaan Empat Pilar. (Aris)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.