Rabu, 02 Mei 2018

Di Sumenep, Momentum Hardiknas 2018, Bupati Dan Wabup, Letkol Ato Sudiatna Dandim 0827 Serta Kadisdik Main Lomba Rap Kerraban

    5/02/2018   No comments

MOKI, Sumenep - Usai upacara  peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2018 Dr. KH. A Busyro Karim, M.Si (Bupati) bersama Achmad Fauzi (Wakil Bupati), Letkol Ato Sudiatna (Dandim 0827) dan H. A. Shadik M.Si (Kadis Pendidikan) menggelar Rap Kerraban yang merupakan permainan anak-anak sebelum era globalisasi di Halam Pemkab.Sumenep, Madura, Jawa Timur. Rabu, 2/5/2018.



Rap keraban merupakan permainan anak-anak Madura khususnya Sumenep di jaman sebelum era globalisasi. Dalam permainan ini adalah mengadu kecepatan layaknya seperti sapi kerap, akan tetapi permainan rap kerraban terbuat dari bambu sebagai keleles dan ada roda yang terbuat dari tembikar, Kayu atau pada saat ini terbuat dari ban bekas yang diberi karet.

Namun seiring berkembangnya jaman, permainan warisan budaya lokal tersebut nyaris hilang. Bahkan, anak-anak pada era globalisasi ini lebih mengedepankan kecanggihan teknologi seperti bermain game dan lainnya.



Namun demikian Dinas Pendidikan Sumenep kembali menginovasi kepada para anak didiknya untuk tidak melupakan warisan budaya lokal, yakni dengan melombakan rap kerraban antar siswa.

Inovasi budaya lokal yang dilakukan Dinas Pendidikan Sumenep, nampaknya mendapatkan apresiasi dari Bupati Sumenep, Dr. KH. A Busyro Karim, M.Si. Bahkan orang nomor satu di Sumenep ini mencoba langsung beradu rap kerrapan bersama  Achmad Fauzi (Wakil Bupati), Letkol Ato Sudiatna (Dandim 0827) dan H. A. Shadik M.Si (Kadis Pendidikan) di Halaman Pemkab setempat

“Permainan ini memang harus tumbuhkan kembali kepada anak-anak kita, sebab rap kerrapan ini kekayaan budaya lokal,” kata Bupati Sumenep Busyro Karim.



Menurutnya, di era globalisasi ini perkembangan teknologi cukup pesat. Namun demikian sudah tugas Pemerintah untuk mengimbangi perkembangan teknologi tersebut dan melestarikan budaya lokal, sehingga terus tertanam kepada anak cucu atau penerus bangsa selanjutnya.

“Saya sangat apresiasi dengan kegiatan yang digelar oleh Dinas Pendidikan Sumenep ini, jadi budaya lokal akan terus tertanam kepada anak cucu atau penerus bangsa, meski  berkembangnya teknologi semakin pesat,” Ujarnya.



Bupati dua priode ini menambahkan, bahwa kebudayaan adalah sayarat dan kunci kemajuan pendidikan. Pemerintah kabupaten sumenep telah melakukan nota kesepakatan bersama kementrian agama sumenep dan cabang dinas pendidikan wilayah sumenep guna melaksanakan kegiatan siswa yang mengarah kepada pembentukan karakter dan kopetensi siswa.

"Seperti kewajiban penggunaan bahasa madura dan inggris serta pembacaan sholawat nabi, Asmaul Husna, dan Surat Yasin bagi siswa," tambahnya.



Sementara Kadisdik Sumenep H.Shadik menyampaikan Untuk menghidupkan kembali warisan budaya lokal ini, pihaknya berusaha memberikan inovasi terhadap para anak didik dengan melombakan rap kerraban.

"Untuk menghidupkan kembali warisan budaya lokal kami memberikan inovasi terhadap anak didik dengan lomba rap kerraban,"kata Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, H.A. Shadik, Rabu (2/5/2018).

Lanjut Shadik pihaknya pada tahun 2018 akan kembali menghidupkan budaya lokal yang mulai hilang di masyarakat, diantaranya lomba dungngeng madura, lomba pal-kapalan, lomba tan-pangantanan, rap-kerraban, salodur, syair madura, bal-budi, dan tenjak.



“Tahun 2018 ini, kami sengaja menggelar lomba budaya lokal antar siswa, sehingga bisa menghidupkan kembali budaya lokal yang hampir musnah ”Pungkasnya.( Sari)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.