Kamis, 17 Mei 2018

Kontras Mengadakan Siaran Pers Bersama Perangi Terorisme Dengan Menyeluruh Dan Bermartabat

    5/17/2018   No comments

MOKI, Jakarta - Komisi Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras) mengadakan Siaran Pers bersama dengan beberapa Aktifis dan Lembaga untuk Perangi terorisme dengan menyeluruh dan bermartabat di Kantor KontraS, Jl. Kramat II No.7 Kwitang Senen Jakarta Pusat. Kamis, 17/5/2018. Pukul.14.25 Wib.



Kegiatan siaran Pers bersama tersebut dihadiri oleh Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Elsam (Lintang), IMPARSIAL, PSHK, YAPPIKA, LBH APIK, PSHK, ICJR, Setara Institute, Amnesty International Indonesia (Usman Hamid), AJAR (Kania), Walhi (Wardah), KPA, Solidaritas Perempuan, Jurnal Perempuan,  Karlina Supeli, Haris Azhar, Suciwati dan LeiP.

Dalam Siaran Pers tersebut, mengecam atas serangan Teroris yang terjadi berturut turut dalam 2 minggu terakhir ini, Peristiwa di Rutan Mako Brimob 9 Mei 2018, Serangan, dan Peledakan Bom 3 Gereja di Surabaya ( Gereja Santa Maria tak bercela, Gereja Kristen Indonesia dan Gereja Pantekosta). Pada tgl.13 Mei 2018 dan Penyerangan Kantor Polda Riau pada tgl.16 Mei 2018.



Kontras dan yang turut hadir dalam Siaran Pers, turut mengucapkan belasungkawa mengecam peristiwa Teror tersebut. Peristiwa tersebut diluar akal pikiran yang sehat, mencederai kemanusiaan kita semua, Kewibawaan Indonesia sebagai negara Hukum dan bangsa yang besar.

"Mampukah kita melawan dengan cara yg beradap atau sebaliknya akan melawan dengan cara pintas melawan hukum dan ada kencenderungan yang reaksioner dikhawatirkan akan memperbesar polarisasi dan melemahkan langkah-langkah kontra Radikalisasi,"jelasnya dalam Siaran Pers.

"Kami sekali lagi memahami dampak dari tindakan keji yang dilakukan terhadap korban dan masyarakat. Jangan mencari jawaban dan solusi reaktif, HAM dijadikan kambing hitam dalam kegagalan mengantisipasi Terorisme seperti yang sudah disampaikan oleh Menteri
Dalam Negeri Tjahyo Kumolo, Mantan Anggota TNI AM Hendropriyono, Ketua DPR Bambang Soesatyo atau politisi lainnya,"ujarnya kembali.



Kontras memberi Catatan Kritis dan Rekomendasi:
1.Pertama HAM. Adalah Prasyarat mutlak dalam upaya penanggulangan Terorisme prinsip HAM telah diadopsi dalam Pasal pasal Konstitusi kita.

2.Perumusan yang lebih Komprehensif dalam strategi dan Pendekatan
yang lebih preventif dan migitatif dalam memerangi terorisme patut dikedepankan.

3.Mekanisme Akuntabilitas dalam Penanganan Kontra Terorisme harus menjadi Prioritas bila upaya paksa Faktor keamanan dikedepankan (upaya paksa harus standar HAM)

4.Pemulihan terhadap korban tidak sebatas pemulihan terhadap korban terorisme, juga terhadap kelompok masyarakat yang terdampak.

5.Dampak Lanjutan dari Terorisme telah terdeteksi dalam peristiwa belakangan ini seperti Dikriminasi, prasangka Negatif terhadap Identitas Kultural tertentu.

6.Terorisme yang berakar dari Radikalisme dilakukan secara terorganisir serta memiliki pola sistematis dari tahap perekrutan Kaderisasi, hingga Aksi.



Acara selesai hingga Pukul.15.30 Wib berjalan tertib dan lancar, semoga beberapa point catatan dan rekomendasi dari Kontras bisa dijadikan acuan dalam menangani Terrorisme. (Red)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.