Kamis, 24 Mei 2018

Mencuri Daya Listrik, Bos CV Cemerlang Jaya Divonis 2 Tahun Penjara

    5/24/2018   No comments

MOKI, Tangerang - Sutrisno Andi Saputra, Pimpinan CV Cemerlang Jaya divonis Majelis Hakim DR. M. Hasannuddin Untul, SH 2 Tahun penjara dan denda sebesar 100 Juta Subsidair 3 Bulan dalam kasus pencurian daya Listrik untuk kebutuhan Perusahaan Garmen CV. Cemerlang Jaya.



Sedangkan rekannya pemilik Toko Distro Bloods dituntut 2 Tahun penjara denda 20 Juta subsidair 5 Bulan.

Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan tuntutan 3 Tahun 6 Bulan penjara denda 100 Juta subsidair 6 Bulan pada CV. Cemerlang Jaya, sedangkan pada toko Distro Bloods dituntut 2 Tahun penjara denda 20 Juta subsidair 5 Bulan.

Terdakwa memohon kepada Majelis Hakim agar dikurangi pada putusan dakwaannya tetapi dijawab Ketua Majelis Hakim,"Itu kan sudah dikurangi. Kalau gak puas silakan banding atau pikir pikir,"jawab Ketua Majelis Hakim. "Saya pikir-pikir pak Jakim," kata terdakwa sutrisno dengan nada lemas karena permohonannya tidak dikabulkan.

Pada bulan Desember 2015 saksi Anggi Ardian membuka Toko Distro Bloods di Jln. Beringin Raya no.2 Kel. Nusa Jaya Karawaci Kota Tangerang sebanyak 2 ruko yang menggunakan 1 unit aliran listrik milik PLN yang berkapasitas 2200 volt ampere (v a).



Setelah beberapa hari toko buka ternyata aliram listrik sering turun karena daya listrik tidak mencukupi, pada awal Februari 2016 saksi Anggi Ardian menghubungi terdakwa melalui Handphone untuk menambah daya dari 2200 va menjadi 4400 va.

Selanjutnya terdakwa juga diminta memasang aliran listri baru sebesar 11.000 va. Terdakwa menyanggupi permintaan saksi asalkan terdakwa dibayar 3 sampai 4 jt, sedangkan biaya perbulannya Rp.1.500.000, - ternyata pemasangan aliran listrik tanpa izin dari PLN.

Sedangkan CV. Cemerlang Jaya, sekitar tahun 2015 saksi Johan memindahkan Garmen CV. Cemerlang Jaya ke Jln. Gatot Subroto Km.4,5 gang Haji Jasirin No.58 Jatiuwung Kota Tangerang yang disuplai listrik dengan kapasitas 23.000 va yang digunakan untuk menggerakkan mesin jahit sebanyak 20 unit.



Sebulan kemudian menambah 20 unit mesin jahit kembali sehingga diperlukan penambahan daya listrik. Awalnya, terdakwa diperkenalkan Manager Produksi CV. Cemerlang Jaya dimana terdakwa mampu untuk menambah daya tanpa diketahui PLN.

Caranya terdakwa menambah 1 KWH meter dengan MCB (miniatur circuit Breaker) 35 Ampere atau daya sebesar 7700 va dan mendapat imbalan Rp.4.000.000 dengan biaya perbulan Rp.1.500.000 secara transfer. Pada tahun 2016 mesin jahit CV. Cemerlang terus bertambah hingga menjadi 160 unit, sehingga saksi Johan meminta terdakwa menambah lagi daya listrik dan terpasang 7700 va menjadi MCB 3 fase x 63 ampere atau daya sebesar 41.500 ampere.



Perbuatan terdakwa dikenai pasal 51 ayat (3) UURI no.30 Tahun 2009 tentang ketenaga listrikan jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Bila demikian, muncul pertanyaan kemana tersangka yang lain? mengingat terdakwa hanyalah disuruh yang mendapat imbalan dengan kata lain mengapa yang menyuruh atau pemilik toko maupun pemilik garmen tidak diproses hukum?.(Ton)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.