Sabtu, 09 Juni 2018

Biadap!!! Seorang Pemuda Tega Renggut Keperawanan Gadis di Bawah Umur

    6/09/2018   No comments

MOKI, Sumenep - Sungguh biadap Perilaku Ahmad Zairi (30) warga Dusun Napote, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur tega merenggut keperawanan sebut saja Melati (17) seorang santri di salah satu pondok pesantren (Pompes) di Desa Ambuten Tengah, kecamatan Ambunten.



Ahmad Zairi berhasil diamankan Unit Resmob Polres Sumenep di rumahnya pada hari Jumat, 8 Juni 2018, sekitar pukul 21.00 WIB.

Kejadian itu berawal pada April 2016. Tersangka mendekati korban untuk dijadikan pacar. Kemudian korban bersedia menjadi pacar tersangka. Hubungan keduanya tidak sebatas pacaran. Pada tengah malam tersangka datang menemui korban di kamar santri pondok pesantren dan mengajak untuk melakukan hubungan badan.

“Dalam kasus ini, polisi mengamankan barang bukti (BB) berupa, kaos lengan pendek warna biru, sarung warna biru motif batik, celana dalam dan BH merah muda,”  Jelas, Kabag humas Polres Sumenep AKP Mukit.



Menurut Mukit, pelaku  tidak cukup sekali melampiaskan birahinya. Pelaku tega menyetubuhi korban lebih dari 5 kali yang dilakukan sejak Juli 2016 hingga April 2017.

“Korban dengan tersangka berpacaran. Kemudian tersangka meminta korban untuk berhubungan badan sebagai bukti cintanya,” kata Mukit, Sabtu (9/6/2018).

Parahnya, pemuda yang sehari-hari sebagai petani tersebut melancarkan nafsu bejatnya di dalam salah satu pondok pesantren (Ponpes) di Desa Ambunten Tengah. Di kamar santri putri yang berasal dari Desa Ambunten Barat, Kecamatan Ambunten itu tersangka merayu dan melampiaskan nafsu birahinya.



Sambung Mukit. Perlakuan bejat  tersebut akhirnya diketahui keluarga korban dan dilaporkan kepada pihak berwajib. Sehingga polisi melakukan penyelidikan. Namun tersangka sempat melarikan diri ke Kalimantan. Beberapa waktu lalu, tersangka kembali lagi ke rumahnya dan langsung ditangkap polisi," Tandasnya.(sari)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.