Jumat, 08 Juni 2018

Diduga Ketua Majelis Hakim Tidak Tegas

    6/08/2018   No comments

MOKI, Tangerang - Sidang lanjutkan perkara No.261/Pdt.G/2018/PN.Tng.  gugatan kepemilikan tanah antara ahli waris dengan Walikota Tangerang dengan agenda mendengarkan jawaban dari Tergugat I Walikota Tangsel, Tergugat II Dinas Pendidikan Tangsel dan  Kantor Urusan Agama (KUA) Tangsel.



Pada sidang kali ini, selayaknya Ketua Majelis hakim tegas dan berwibawa mengingat pada sidang sebelumnya tanggal 21 Mei 2018 Jaksa Pembela Negara (JPN) belum siap akan jawaban terhadap gugatan ahli waris.

Juga pada sidang sebelumnya tanggal 30 Mei 2018 JPN menyampaikan kepada Ketua Majelis Hakim Gunawan Tri, bahwa baru mau kerja sama dengan tergugat III  sebab yang memiliki bukti adalah tergugat III. Saat itu sempat memancing emosi Ketua Majelis Hakim sambil berkata,"Urusan saudara jangan disampaikan di muka persidangan," selain itu JPN dan tergugat III belum siap jawaban.



Demikian juga pada persidangan selanjutnya, Jaksa Penuntut Negara sudah datang tapi tidak segera keruang sidang 2, tempat dilaksanaan sidang gugatan. Setelah azan sholat dzuhur sidang baru dimulai, Ketua Majelis Hakim Gunawan melihat hanya pihak penggugat saja yang hadir, sedangkan tergugat I, II dan III tidak hadir tanpa alasan.

Terkesan para tergugat mengulur-ulur waktu atau ogah-ogahan. Ketegasan Ketua Majelis Hakim haruslah muncul, sehingga persidangan bisa berlangsung dengan cepat. tepat dan biaya murah.

Namun hal tersebut masih mentolir sehingga menimbulkan pertanyaan, Kenapa ? Dengan nada kesal, Gunawan meminta kepada Panitra melalui releas memanggil kembali tergugat I, II dan III untuk hadir pada sidang berikutnya tanggal 26 Juni 2018.



Gunawan mengatakan," Panggilan sidang peringatan terakhir dan jika tidak hadir juga maka sidang tetap dilanjutkan atau tergugat I, II dan III ditinggal,"katanya.

Sebatas itukah kewenangan Ketua Majelis Hakim ? Sungguh miris, bagaimana dengan kehadiran penasehat hukum ahli waris yang tunduk dengna aturan persidangan. Sia-sia sebab hanya buang waktu, tenaga dan biaya.

Setelah ketok palu sebanyak 3 kali sebagai tanda sidang ditutup, setelah meninggalkan ruang sidang 2 dan menuju lantai  dasar meninggalkan bertemu Penasehat hukum ahli waris dan rekan bertemu dengan JPN dan tergugat III dan berkata,"Sudah sidang sama JPN saya," dengan nada sewot sambil berjalan meninggalkan pengadilan.



Ditempat lain, ketika ditemui Penasehat ahli waris Sony, SH mengatakan,"Pada sidang kali ini sebenarnya akan menyampaikan kepada Ketua Majelis Hakim, pada sidang yang akan datang tanggal 27 Juni 2018 untuk menyerahkan surat bukti dan menghadirkan saksi-saksi, namun tidak tersampaikan karena Ketua Majelis Hakim dengan nada sewot mengketok palu tanda sidang diakhir, jadi tidak tersampaikan. (Ton).

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.