Rabu, 13 Juni 2018

Firman Soebagyo ; Harga Dan Stok Pangan Stabil Bukan Keberhasilan Menteri Perdagangan Saja

    6/13/2018   No comments

MOKI, Jakarta - Firman Soebagyo Anggota Komisi 2 dan mantan anggota Komisi 4 DPR RI baru-baru ini berpendapat, Harga dan Stok Pangan Stabil tidak dapat diklaim bahwa itu keberhasilan Menteri Perdagangan Semata.



Firman Soebagyo anggota Komisi 2 dan mantan Wakil Ketua Komisi 4 berpedapat lain, justru sebaliknya dalam pepatah “memercik air didulang kena muka sendiri”. Firman Soebagyo berpendapat  bahwa pepatah ini tepat untuk Menteri Perdagangan Enggar TL, kenapa demikian karena keberhasilan untuk menekan harga dan stok juga sudah terkendali pada lebaran tahun lalu  atau tahun sebelumnya bukan baru-baru ini saja.

Keberhasilan ini karena kuatnya Pemerintah dan Komitmen Presiden Jokowi untuk melakukan koordinasi dan mengendalikan lintas sektor yang sering jalan sendiri, membuat kebijakan untuk kepentingan kelompok tertentu dan hal tesebut sudah kebaca oleh presiden Jokowi.



Keberhasilan ini juga tidak lepas peran Kementerian Pertaian dibawah kendali Menteri Amran Sukaiman yang tidak henti-hentinya bekerja keras untuk meningkatkan pruduksi beras dan melakukan koordinasi lapangan untuk memamtau dan meningkatkan produksi pangan nasional tersebut, juga tim satgas pangan serta peran KPPU dalam menjalankan tugasnya yang berkoordinasi lintas sektor tekait juga tidak dipisahkan adalah peran Perum Bulog sebagai buffer stok dan penyangga harga.



Sebaliknya, Firman Soebagyo Politisi senior Partai Golkar ini balik menuding bahwa kebijakan import beras yang mencapai 1 juta Ton itu untuk kepentingan siapa? Karena faktanya perun Bulog menolak dan menyatakan stok pangan nasional masih mencukupi.

Firman Soebagyo juga memberikan apresiasi kepada Dirut Perum Bulog yang baru Budi Waseso dengan berani dan tegas menolak untuk melakukan inport beras yang sudah diputuskan Menteri Perdagangan secara sepihak hanya dengan restu Menko Perekonokian Darmin Nasution, ternyata juga tidak terjadi kelangkaan stok pangan Nasional dan tanpa import juga tidak terjadi gejolak lonjakan harga menjelang lebaran.

Semua ini sudah bisa menjawab gonjang ganjing import beras 1 juta ton yang sebenarnya patut dipertanyakan siapa dan untuk kepentingan kelompok tertentu saja.



Firman mensinyalir bahwa setiap pemilu dan menjelang tahun politik dengan memnfaatkan isoe lebaran dan kelangkaan stok pangan yang berujung dikeluarkan ijn import beras yang jumlahnya cukup mengejutkan. Sekligus ini juga bisa menjawab bahwa Indonesia sudah swasembada dan surplus pangan karena ternyata produksi nasional tanpa import sudah mencukupi stok pangan nasional jadi tidak perlu diperdebatkan lagi pernyataan Menteri Pertanian dan faktanya memang benar bahwa petani sudah mampu meningkatkan produksinya dan sudah surplus.

Firman Soebagyo justru mengingatkan kepada satgas pangan harus tetap waspada terhadap mafia pangan, karena dari sumber yang dapat dipercaya mafia pangan rekanan Bulog sudah enggan bermitra dengan Bulog setelah Budi Waseso sebagai orang nomor satu di Bulog. Ketegasan dan komitmenya yang cukup kuat memberantas mafia pangan tersebut.



Dari suber tersebut  juga menyampaikan  bahwa mafia pangan akan berpaling menskenariokan agar ada BUMN baru yang akan mendapat kuota dan mereka para mafia pangan tesebut akan memainkan perannya kembali dan akan mengendalikan BUMN tersebut yang sama sekali tidak pengalaman, sekarang sudah dicoba untuk diberikan kuota ijin inport daging kerbau 40 juta ton. Bau busuk tidak akan bisa ditutup-tutupi, karena itu Firman Soebagyo minta agar satgas pangan juga jangan larut dan terbawa dalam permainan para mafia pangan tersebut.

Firman Soebagyo punya komitmen kuat disektor pertanian, pesan kepada Menteri Pertanian agar jangan pantang menyerah menghadapi mafia pangan, jika merasa terganggu permainanya dan belakangan ini sudah menyebarkan isoe serta fitnah secara pribadi yang tujuannya menghancurkan reputasi Amran Sulaiman sebagai Menteri Pertanian.



Pesan Firman Soebagyo,"Jangan takut pak Menteri, dibelakang anda ada jutaan petani dan 250 juta penduduk yang perlu diselamatkan,"kata Firman Soebagyo tegas. (Aris)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.