Selasa, 26 Juni 2018

Pledoi PH: Putusan Seadil Adilnya Dan Membebaskan Terdakwa

    6/26/2018   No comments

MOKI, Tangerang-Penasehat hukum terdakwa Wandri Purba, Candra Sunarya, Ahmad Fauzi, Soleh dan Muhammad Diki berjuang keras untuk membela. Hal tsb merupakan kewajiban para pejuang penegak keadilan seperti halnya dengan Ricky Barus dan Indra Tarigan dari Barus dan Partners.



Law Office Ricky dan Indra pada pledoi nya secara tegas menyata kan bahwa pledoinya disusun berdasarkan fakta fakta yang terlihat secara terang pada persidangan ini dipertegas kembali, memang harus demikian adanya, mengingat tugas kami disini bukanlah merangkai kata kata bohong demi pembelaan terhadap terdakwa melainkan demi menjalan kan suatu tugas yang hakiki yaitu sebagai penegak hukum yang hanya berpikir pada kebenaran dan keadilan.                                     
Para terdakwa didakwa melanggar pasal 62 jo pasal 8 UU RI nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau pasal 53 huruf d UU RI nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau pasal 32 ayat(2) jo pasal 30 UU RI nomor 2 tahun 1981 tentang metrologi legal jo pasal 55 ayat(1) ke-1 KUHP oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Taufik Hidayat dan perkara kelima terdakwa di slpit menjadi tiga berkas. Anehnya ,kelima terdakwa sama sama dituntut selama 1Tahun 3 bulan semuanya sama. Pada hal, peran kelimanya berbeda.

Pertanyaan, apakah pertimbangan hukum JPU ? Dihadapan ketua majelis hakim Mahmuriadin, penasehat hukum terdakwa mengajukan pledoi agar perkara terang benderang,bukan berasal dari tinjauan persfektif sempit, sehingga majelis hakim membuat putusan yang logik dan masyarakat yang menilai pantaskah kemasan perkara dipersidangkan.Dan mem buka mata masyarakat untuk menilai apakah sudah tepat kiprah para penegak hukum pada perkara ini diwilayah hukum Tangerang.                                 



Pada perkara Wanri purba,dalam pledoi penasehat hukum, perbuatan tersebut semata karena kesulitan ekonomi yang dialami terdakwa dimana terdakwa menjadi sumber ekonomi bagi keluarganya, saat penangkapan tidak melakukan pengoplosan gas namun diakui terdakwa bahwa dirinya melakukan pengoplosan, adanya intimidasi saat pemeriksaan penyidik dikepolisian.                               

Pada perkara Candra Sunarya,dalam pledoi penasehat hukum,saat ditangkap terdakwa tidak melakukan pengoplosan, karena keprihatinannya terhadap terdakwa Wandri purba sehingga mengizin kan terdakwa wandri purba untuk melakukan penyuntikan gas dengan tabung gas yang dijual di toko gas chandra milik terdakwa wandri purba, mengakui dan menyesal perbuatan tersebut adalah perbuatan keliru. Penasehat hukum mengajukan kepada majelis untuk putusan seadil adilnya.



Sedangkan pada perkara terdakwa Ahmad fauzi, Soleh dan Muhammad Diki, dalam pledoi penasehat hukum menerangkan bahwa ketiga terdakwa merupakan karyawan toko gas candra, ketiga terdakwa tidak melakukan pengoplosan saat ditangkap tidak mengetahui tindakan pengoplosan. Penasehat hukum terdakwa mengajukan kepada majelis bahwa ketiga terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan JPU dan membebaskan ketiga terdakwa dari seluruh dakwaana serta memerintahkan agar terdakwa segera dikeluarkan dari tahanan. Diakhir pledoinya bila majelis hakim berpendapat lain mohon putusan seadil adilnya. (Ton)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.