Selasa, 26 Juni 2018

Terdakwa Ada Asessment Kan

    6/26/2018   No comments

MOKI, Tangerang-Pertanyaan itu dilontarkan Jaksa Penuntut Umum Taufik Hidayat kepada 2 orang saksi anggota Polres Satres Narkoba, ketika diberi kesempatan Ketua Majelis Hakim Samsudin  pada persidangan terdakwa Dayna Parzada karena kedapatan menyimpan Shabu.



Terdakwa yang menjadi penumpang pesawat Lion Air  menuju bali, transit di Bandara SoeTa Tangerang propinsi Banten. Tanggal 22 Desember 2017 merupakan hari naas terdakwa, diamankan security Bandara SoeTa karena membawa shabu seberat 0,7 gram.

Setelah diperiksa keseluruh an, ditemukan alat hisap (bong), korek api, ganja(dalam bungkus rokok marlboro) dan beberapa Handphone kemudian security menghubungi anggota polres Bandara SoeTa yang sedang piket kata saksi Reski dan Ari Eko.



Menurut keterangan kedua saksi bahwa terdakwa mendapat barang haram tersebut dari temannya yang akan dipergunakan sendiri. Perbuatan terdakwa melanggar pasal 112,111 dan pasal 127 Undang Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika seperti dalam dakwaan JPU.

Ketua Majelis Hakim beberapa kali meminta kepada JPU untuk membacakan isi dari Assesment tersebut namun tidak juga membacakan isi assesment sampai sidang selesai. Apakah karena sibuk akan barang bukti yang dihadirkan di meja persidangan. Ataukah diduga Jpu fokus untuk meyakinkan ketua majelis hakim bahwa terdakwa layak didakwa melanggar pasal 127 UU nomor 35 dan selanjunya dituntut rendah.



Mengingat status terdakwa di rehab di rumah sakit. Selain itu satu pertanyaan JPU ke saksi tersebut terdakwa ada Assesment kan? Sehingga menimbulkan pertanyaan baru, ada apa dgn pertanyaan JPU tersebut. (Ton)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.