Minggu, 29 Juli 2018

Festival Jazz Sabang 2018 Berhadiah Total 55 Juta

    7/29/2018   No comments

Pemukulan gendang rafa’I oleh Walikota, Kadisbudpar Aceh dan Kadis Parbud Sabang, pertanda diawalinya Sabang Festival Jazz 2018
MOKI, Sabang-Festival Jazz yang dilaksanakan di Kota Sabang tahun 2018 dan berhadiah total 55 juta rupiah dibuka oleh Walikota Sabang yang diwakili Ass. I Pemko Sabang Andre Nourman Sabtu (28/07-18) malam. Hadir pada acara tersebut Kadis Parawisata Aceh diwakili Kemalahayati, Sekretaris Dinas Parawisata Kota Sabang Weni Syafitri, Kabid Parbud Dinas Parawisata Sabang Ramlan Yahya, dan Para peserta Festival.



Pembukaan acara Festival Jazz 2018 diawali dengan penampilan KODA (Komunitas Dram (Percusi) Aceh dengan membawakan beberapa lagu hasil aransemen yang apik dari mereka, kemudian dilanjut dengan tari penyambut tamu tari Ranup Lampuan, disambut sangat antusias oleh masyarakat Sabang yang menyaksikan pagelaran Jazzs di Tugu Sabang Merauke depan Kantor Walikota Sabang.

Kepala Dinas Parawisata Aceh pada kata sambutannya yang dibacakan oleh Kemalahayati mengatakan, berhubung karena sesuatu hal yang tidak dapat terelakkan maka Kadis Parawisata dan Kebudayaan Aceh tidak dapat hadir dan mewakilkannya kepada saya. Sabang Jazz Festival 2018 ini merupakan perhelatan Musik Jazz yang diikuti seniman Lokal maupun seniman Nasional, ujarnya.



Kita mengharapkan even ini memberikan dukungan bagi Pemerintah Kota Sabang sebagai salah satu tujuan wisata. Even ini lebih memberikan ruang bagi para seniman agar lebih produktif dan kreatif dengan menggali sumber daya manusia yang berkualitas sehingga Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Parawisata mencoba menciptakan ruang berekfresi dan berkreasi bagi para musisi dalam bentuk Sabang Festival yang bertujuan menggali potensi sumberdaya manusia yang berkualitas, agar mampu bersaing dengan para musisi lainnya secara Nasional.

Dikatakan juga bahwa, Sabang Jazz Festival tahun 2018 adalah kegiatan penyaringan yang berbasis profesionalitas serta mengedepankan kreatifitas pelaku seni musik Aceh. Profesionalitas ini terlihat dari penetapan dewan juri yang terdiri dari Praktisi, Akademisi dan pelaku Industri, sehingga output dari kegiatan ini dapat mencampur ranah Kreatifitas, Objektifitas dan Produktifitas, kata Kemalahayati.



“Kepada semua fihak yang ikut terlibat dalam kegiatan pelaksanaan even dan kepada para peserta yang sudah bersedia hadir untuk mengikuti even ini dengan antusias yang tinggi serta kepada Group Jazz bintang tamu dari Jakarta dan Bandung saya mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas partisipasinya pada even ini“.

Saya ucapkan selamat kepada peserta yang nantinya akan menjadi pemenang pada even ini, saya berharap prestasi ini bukan hanya sampai pada pengakuan terbaik namun dapat berkarya memberikan yang terbaik bagi bagi negeri kita, tukas Kemala.



Walikota Sabang yang diwakili Ass. I Pemko Sabang Andre Nourman pada kata sambutannya mengatakan, sebelumnya permohonan maaf atas ketidak hadiran Bapak Walikota Sabang, Wakil Walikota dan Sekda Sabang karena sesuatu hal yang tak terelakkan. Kiranya ketidak hadiran ini bukan menjadi suatu hambatan dan mengurangi arti dan maknanya Perhelatan Jazz Festival 2018 malam hari ini, ujarnya.



Dikatakan, Pentas Festival music Jazz 2018 yang kita laksanakan ini terlaksana berkat kerja keras rekan-rekan pecinta music Jazz bekerjasama sama dengan Dinas Parawisata Kebudayaan Provinsi Aceh, yang telah menjadikan Sabang sebagai lotus pagelaran seni yang bertajuk Sabang Jazz Festival 2018.



Mungkin sama-sama kita ketahui, Musik Jazz awalnya adalah musik orang-orang kulit hitam yang pada masa tersebut mereka berada dalam penindasan. Seiring perkembangan zaman, musik Jazz menjadi aliran musik yang digandrungi oleh berbagai kalangan dan lapisan masyarakat, terutama sekali kepada mereka-mereka, kawan-kawan semua, para penikmat musik berselera tinggi tanpa melihat tahta dan kasta.



Sebagai Kota Wisata dan telah dijadikan menjadi salah satu Destinasi Wisata terbaik di negeri ini. Kehadiran pagelaran ataupun pentas seni malam ini semakin memperkaya khasanah atau pertunjukan dari produk wisata itu sendiri. Semoga akan semakin banyak para statekheholder di negara kita yang melirik Kota Sabang dan sehingga pada saatnya Sabang tidak lagi hanya sebatas slogan sebagai Kota terujung ataupun Kota terdepan ujujadi lokomotifng Barat Indonesia, akan tetapi Sabang benar-benar menjadi lokomotif bagi perkembangan parawisata .



Kami juga atas nama Pemerintah Kota Sabang, semoga dengan Pagelaran seni ini dan semoga dengan ajang Festival Jazz ini, yang diikuti oleh berbagai kalangan yang mungkin juga telah berhadir bersama-sama kita disini semoga dapat terlaksana dengan baik, baik itu bagi peserta maupun dewan juri dapat melaksanakan kegiatan ini dapat berekspresi dan kita selaku penikmat musik Jazz dapat benar-benar merasakan dan dapat menikmatinya, tukas Andre Nourman.



Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Disparbud Kota Sabang Weni Syafitri saat ditemui MOKI mengatakan, pada acara pembukaan Fesifal ini salah satu Group musik di Sabang The Budis telah kita lihat tampil dan sangat mempesona. Bilakah The Budis The Budis lainnya akan muncul ?, hal positive ini harus kita galakkan sebab, dengan mereka berkarya maka waktu para calon musisi lainnya akan lebih terarah dan terjauhi dari pemakainan Narkoba.



Sebagai Kota Parawisata dan merupakan salah satu Destinasi wisata Nasional, musik merupakan salah satu pelengkap dari parawisata itu sendiri, Pagelarawan Festifal Jazz 2018 malam ini, saya yakin akan dapat mendongkrak arus kunjungan wisata ke Kota Sabang sebab, musik itu adalah bahagian dari pada kebutuhan hidup dari kehidupan manusia, pungkas Weni Syafitri. (Tiopan. AP)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.