Selasa, 10 Juli 2018

Kejari Sumenep Kembalikan Uang 2 miliar 289 Juta ke PT. Wus

    7/10/2018   No comments

MOKI, Sumenep -  Pasca keluarnya amar putusan Pengadilan Tipikor Negeri Surabaya, Nomor 9/.sus/PPK/2018/ /Pnsurabaya/24 april 2018,  terhadap kasus korupsi di tubuh PT Wira Usaha Sumekar (WUS), Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep, Madura, Jawa Timur  mengembalikan uang sebesar 2 miliar 289 juta yang merupakan barang bukti kepada PT WUS.



Pernyataan itu disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bambang Panca Wahyudi Hariyadi saat pengembalian Barang Bukti (BB) hasil korupsi ke kas salah satu BUMD milik pemkab Sumenep ini. BB yang dikembalikan itu berupa sejumlah uang, dokumen dan barang. Selasa (10/7/18)

Sementara uang yang dikembalikan ke kas PT Wus sejumlah Rp 2,289 miliyar dan 36 ribu USD atau Rp 503 juta (jika Kurs rupiah Rp 14 ribu). Untuk uang dalam bentuk rupiah sudah dipindahbukukan ke rekening PT Wus pada 4 Juli lalu.

Untuk uang dalam bentuk dolar diberikan secara langsung oleh Kasi Pidsus Herpin Hidayat kepada Direktur PT Wus Mohammad Riza. “Untuk yang Rp 2,2 miliyar sudah dipindahbukukan dari rekening titipan kejaksaan ke rekening PT Wus, Rabu, 4 Juli 2018 lalu” kata Kajari Bambang Panca Wahyudi.



Dia mengungkapkan, sejumlah dokumen juga sudah dikembalikan dan barang seperti Hardisk dan lainnya. “Sesuai dengan putusan pengadilan, kasus ini sudah berkekuatan hukum tetap, maka barang bukti termasuk uanh dikembalikan untuk bisa dimanfaatkan, ” ujarnya.

Dengan begitu, terang jaksa asal Malang ini, kasus tersebut sudah klir dan final. Sebab, dalam putusannya memag tidak disebut ada keterlibatan pihak lain.



“Kasus ini sudah tuntas. Statunyanya sudah berkekuatan hukum tetap, ” tegasnya.

Sementara Dirut PT WUS Reza mengaku, kasus korupsi yang dilakukan oleh pimpinan sebelumnya harus dijadikan pembelajaran, Kedepan kontrol akan dilakukan secara menyeluruh sehingga PT WUS tidak dijadikan laham korupsi.

“antisipasi penyimpangan kami telah membuat system baru yang dapat mengeditifikasi kalau ada persoalan, karena yang sebelumnya sitemnya belum tertata rapi sehingga sulit mendeteksi masalh-masalah yang ada,”katanya



Reza menambahkan uang pengembalian dari hasil korupsi itu nantinya akan dikembangkan usaha baru guna menunjang pendapatan asli daerah (PAD) kabupaten setempat“ uang pengmbalian hasil korupsi akan dikembangkan, kami rencananya akan membuka usaha SPBU yang rencananya akan diletakkan di Kecamatan Dungkek,”pungkasnya. ( sar)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.