Kamis, 05 Juli 2018

Lembaga Independen Pengawas Keuangan (LIPK) Laporkan PT. EML Ke Polres Sumenep

    7/05/2018   No comments

MOKI, Sumenep – Lembaga Independen Pengawas Keuangan (LIPK) melaporkan PT Energi Mineral Langgeng (EML) ke Polres Sumenep, Madura Jawa Timur atas dugaan memakai tanah tanpa izin ahli waris yang dipergunakan untuk kegiatan eksplorasi minyak dan gas ( Migas) yang berlokasi di Desa Tanjung Kecamatan Saronggi. Kamis, 5/7/2018.



Dalam laporannya, Latif meminta pihak Polres untuk menghentikan sementara kegiatan ekspolorasi di sumur ENC-2, sebelum  pihak perusahaan menunjukkan iktikad baik dengan segera menyelesaikan hak tanggungan kepada pemilik lahan.



“Kami meminta kepada pihak kepolisian untuk menghentikan sementara kegiatan eksplorasi PT EML sebelum memenuhi tanggungannya kepada ahli waris,” ujar Latif ketua Lembaga Independen Pengawas Keuangan (LIPK)

Selain itu, Latif juga berharap pihak kepolisian agar segera memproses laporan tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Laporannya sudah masuk ke Polres Sumenep sekitar satu bulan yang lalu dengan nomor surat : 174/LIPK-DPP/V/2018,” kata Latif, Kamis (5/7/2018).



Ditempat terpisah, Yanto, pemilik lahan, saat dikonfirmasi membenarkan jika lahan yang dia miliki ditempati kegiatan eksplorasi PT EML. Namun, kata dia lahan tersebut masih berstatus milik keluarganya bukan milik perusahaan.

“Jika perusahaan tetap melanjutkan kegiatannya tanpa menyelesaikan kewajibannya kepada kami, maka akan kami menempuh jalur hukum,” tegas Yanto.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Sumenep, AKP Tego S. Marwoto mengaku belum menerima laporan tersebut. Dia hanya menerima surat tembusan atas laporan LIPK kepada Presiden Joko Widodo.



“Kami tidak pernah menerima laporan itu, hanya menerima surat tembusan yang dikirim ke Pak Jokowi. Jadi kita tidak memproses karena tidak ada laporan aslinya ke kita,” kataTego, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon selulernya. (Sari)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.