Selasa, 10 Juli 2018

Pagar Beton Dirusak Berakhir Nginap Di Hotel Prodeo

    7/10/2018   No comments

MOKI, Tangerang-Sungguh berani, walaupun usia tua  tapi semangat tetap muda, kalau lah pada tempatnya, semangat itu akan mendapat penghargaan, medali atau piala. Tidak hal nya dengan terdakwa Medi Susilawati, di usianya yang senja harus tidur di hotel prodeo/ penjara wanita, tempat berbagai macam tindak pindana dari mulai ringan hingga berat.



Mungkin dengan dipenjara, terdakwa Medi Susulawati bisa introspeksi diri atau semakin pintar belajar pengetahuan tindak pidana lainnya. Suka tidak suka, karena perbuatannya terdakwa harus melakoni hukuman penjara.



Pada dakwaan jaksa Penuntut Umum, awalnya, hari selasa tanggal  Agustus 2017 sekitar jam 16.00 wib, Yandi (alm) meninggal tanggal 10 juni 2018 di rumah sakit  Umum daerah Kabupaten Tangerang bersama dengan terdakwa Karnomo, Sardi, Sefriyadi, Hamdani mendatangi lokasi pagar beton di Jl. Suka Damai 9 rt.004/004 kel.Serua Indah Ciputat Tangerang Selatan. Setibanya disana, atas perintah terdakwa Meidi Susilawati kepada Yandi (alm) dan terdakwa yang disebutkan diatas untuk merobohkan pager beton tembok milik Saroh.

Sambil berkata,"terus aja rubuhin, sekalian aja biar Saroh ketiban". Waduh sadis juga, kalau sampai benar korban saroh ketiban runtuhan tembok, bisa dibayangkan akibatnya. Tentunya pasal dakwaan akan berubah.



Yandi (Alm) bersama terdakwa Karnomo, Sardi dan Sepriyadi secara bersama sama mencongkel panel pagar beton dengan menggunakan linggis dan menumpukkan panel tersebut diatas tanah. Sedangkan terdakwa Hamdani membantu mengangkat runtuhan panel pager beton tersebut dan menumpukkannya diatas tanah.

Karena masih ada sisa, kembali mereka merubuhkan sisa sisa panel pagar beton dengan cara mendorong dorong panel pagar beton milik Saroh sehingga panel pagar beton patah dan pintu gerbang besi yang berada diantara tembok panel beton ikut dirobohkan mereka. Entah mengapa terdakwa Meidi antusias merobohkan pagar beton tersebut.



Informasi yang belum jelas kebenarannya bahwa tanah itu adalah miliknya sehingga patut untuk diperjuangkan keberadaannya. Namun langkah yang dilakukan justru menyebab kan terdakwa Meidi bersama terdakwa lain masuk ke jeruji penjara.

Disisi lain, masih dalam dakwaan JPU, Saksi Saroh menyatakan bahwa pagar beton dengan luas 1.510 M2 yang didirikan bulan mei 2015 adalah miliknya.



Hal tersebut berdasarkan sertifikat(tanda bukti) kantor pertanahan kabupaten Tangerang,Hak Milik nomor 396 tanggal 26 januari 1996,luas tanah 1.510 M2 adalah milik Dewi Wulandari atau istri saksi Saroh berdasarkan  Akta Jual Beli tanah Nomor:34/2017 tanggal 28 Juli 2017 yang dibuat oleh Leonard Tulus Simangunsong,SH selaku PPAT. Perbuatan terdakwa melanggar  pasal 170 ayat (1) KUHP. (Ton)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.