Jumat, 06 Juli 2018

Rakor Penyelesaian Permasalahan Aliran Ahmadiyah Di Desa Greneng

    7/06/2018   No comments

MOKI, LOTIM - Rapat koordinasi penyelesaian permasalahan aliran Ahmadiyah di Desa Greneng, Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur di ruang Kerja Kaban Bakesbangpoldagri Lotim. Jumat, 06/7/2018. Pukul, 09.00 Wita.



Rapat Koordinasi di pimpinan oleh Kaban Bakesbangpoldagri Lotim Sudirman dihadiri, Asisten I Sekda Lotim Bpk. Hanuddin, Danramil Sakra Kapten Inf. Abul Rasyid, Camat Sakra Timur Bpk. Lalu Muslim, Kasat Intel Polres Lotim Iptu Wahyu, Kaset Ops Res Lotim Iptu Heri, Pasi Intel Dim 1615/Lotim diwakili oleh Pelda Murdi, Staf Kejaksaan Negri Guntur, Intel Kejaksaan Negri Bpk. Rasyid, Kasi Linmas Sat Pol PP Jaidun, Kanit Intelkam Res Lotim Ipda Eko, Kades Greneng Budi Marlin, Danposramil Pelda Sahabudin dan Ketua BPD Desa Greneng Mujmal.



Dalam sambutan Kaban Bakesbangpoldagri Lotim Sudirman menyampaikan, Bagaimana kalau masyarakat Ahmadiyah kembali ke rumah. Apa kades telah memberikan himbauan terkait SK 3 Mentri. Petunjuk Bupati Lotim agar dikembalikan dan diberikan himbauan agar penganut aliran Ahmadiyah tersebut kembali ke aliran yang benar.

Kades Greneng Budi Marlin menyampaikan, apabila Jemaat Ahmadiyah dipaksakan pulang bisa-bisa saja namun kita sayang kan aparat keamanan baik TNI-POLRI yang harus jaga selama masih ada aliran tersebut. Kami terkait aliran ini, tidak ingin ada benturan antar masyarakat dengan aparat keamanan. Terkait SKB 3 Menteri telah memberikan pemagaman kepada maayarakat, namun Masyarakat Kami saat ini mengatakan bersetan dengan Keputusan mentri, dan masyarakat mengatakan lebih baik masuk penjara dari pada aliran Ahmadiyah ini kembali ke desa greneng.



Ketua BPD Desa Greneng menyampaikan, Konsep yang disampaikan oleh Kades merupakan perkembangan yang terjadi di masyarakat kami. Ada warga pendatang yang bisa mempengaruhi masyarakat untuk mengikuti aliran Ahmadiyah tersebut, hal-hal seperti ini yang seharusnya dipangkas.

Intel Kejari Rasyid menyampaikan yang intinya dari beberapa masyarakat yang pernah saya datangi selalu bermuara kepada M. Saleh yang memang dianggap selaku pembela/ketua dari aliran tersebut.Danpos Sakra Timur menyampaikan untuk masyarakat memang tidak menginginkan masyarakat penganut aliran Ahmadiyah tersebut kembali, terbukti dari kaya bakti yang di lakukan TNI-POLRI meminjam alat kepada masyarakat setempat namun tidak diberikan dan rencana perehapan rumah milik penganut aliran juga ditolak oleh masyarakat setempat.



Kasat intel Polres Lotim menyampaikan bahwa masukan yang kami serap dilapangan cukup sulit dan harus berhati-hati dalam menyikapi semua ini, yang memang masyarakat harus di berikan hak-hak nya. Akan melakukan upaya penggalangan kedua belah pihak, tentunya didukung oleh komponen masyarakat.

Ops Polres Lotim Iptu menyampaikan bahwa pada dasarnya kami sepaham dengan apa yang disampaikan oleh Kasat Intel, tahapan yang dilakukan pemerintah sudah dilakukan. Kalau mau dipaksakan pulang, perlu antisipasi benturan yang pasti ada, negara kita adalah negara hukum.



Kejaksaan Negri mentampikan yang intinya Perlu ada solusi jangka pendek dan jangka panjang sehinga tudak ada gesekan dengan masyarakat memang penganut aliran Ahmadiyah tersebut ditelah nyatakan sesat.

Asisten I Setda Lotim menyampaikan bahwa permasalahan ini agak berat yang memang sudah dinyatakan sesaat namun kalau dilakukan pembubaran kita akan berhadapan dengan permasalahan hukum.

Pendekatan yang dilakukan pemerintah telah dilakukan dan semoga bisa berdampak lebih baik. Antisipasi pemerintah terkait permasalahan ini tetap dilukukan.



Danramil Sakra menyampaikan saran lakukan pembinaan dan berikan wawasan agar mau kembali ke ajaran yang benar yang mana keluarga dari penganut aliran tersebut tidak diterima oleh keluarganya sendiri. Secara berlahan mari kita perbaiki rumah yang telah dirusak. Masyarakat juga perlu diberikan pembinaan dan apabila masyarakat melanggar hukum nantinya ranah kepolisian yang mempunyai kewenangan.

Camat Sakra Timur menyampaikan bahwa perlu ada pembinaan khusus bagi mereka yang mau kembali ke ajaran islam yang sebenarnya. Perlu merekrut orang yang mampu meyakinkan penganut aliran Ahmadiyah tersebut untuk kembali ke aliran islam yang sebenarnya.



Kesimpulan hasil Rapat Koordinasi, untuk sementara masyarakat belum siap menerima kembali penganut Aliran Ahmadiyah kembali Ke Desa Greneng. Akan melakukan pendekatan untuk kembali ke aliran yang benar sehingga dapat bergaul dan diterima oleh masyarakat Desa Greneng, dan juga masyarakat Desa Greneng tetap diberikan pemahaman. (Red)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.