Selasa, 17 Juli 2018

Sidang Lanjutan Dugaan Penganiayaan, Keterangan Saksi Pelapor Berbelit-belit Tidak Sesuai BAP Kepolisian Maupun Kejaksaan

    7/17/2018   No comments

MOKI, PATI-Sidang lanjutan dugaan penganiayaan dengan terdakwa Sri Kunaryati, 47 Th, warga Desa Sekarjalak, Rt. 03 Rw.01 Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati memasuki sidang tahap ke 2 yang dipimpin oleh Bertha Arry Wahyuni, SH. MKn Ketua Majelis Hakim dan kedua Anggota Majelis Hakim Agung Iriawan, SH. MH dan Rida Nur Karima, SH. M.Hum dalam persidangan melakukan pemeriksaan 6 (Enam) orang dari Saksi pelapor. Selasa, 17/7/2018.



Ke enam Saksi tersebut adalah, Puji Susanti, 30 Th, (Pelapor), Puji Listia Rini, 26 Th, (Korban), Bambang Sukoco, Sumardi, Ahmad Fathoni dan Salzabila (Saksi dibawah umur).

Dalam surat dakwaan No.Reg.Perkara:PDM-57/Pati/Ep.1/06/2018, Saksi Puji Listia Rini dalam BAP Kejaksaan Negeri Pati mengatakan, mendengar keributan disamping rumah kemudian membuka pintu jendela rumah sebelah utara dan menanyakan maksud terdakwa melempari rumah dengan mengatakan "lapo, kowe lapo" (kenapa, kamu kenapa), lalu dijawab terdakwa "kowe ngomong opo" (kamu bilang apa) kemudian terdakwa menampar pipi korban sebanyak 2 (dua) kali akan tetapi korban dapat menghindar sehingga hanya mengenai pipi korban sebelah kiri sebanyak satu kali. Kemudian terdakwa memegang baju korban bagian depan lalu menariknya hingga korban terlempar keluar jendela dan jatuh ke tanah dari ketinggian kurang lebih satu meter dengan posisi kepala disebelah timur dan kaki di sebelah barat.



Tetapi, kesaksian Puji Listia Rini saat ditanya oleh Ketua Majelis Hakim Bertha Arry Wahyuni, SH. MKn jawabannya berubah-ubah. Ketua Majelis Hakim Bertha Arry Wahyuni, SH. MKn juga bingung atas jawaban Saksi Puji Listia Rini yang berubah-ubah, sampai meminta kepada saksi untuk terbuka saja dalam memberikan keterangan sesuai dengan kejadian sebenarnya.

Saat Saksi ke dua, Puji Susanti dimintai keterangan oleh Majelis Hakim juga sama tidak sesuai dengan BAP maupun keterangan Saksi Puji Listia Rini. Dalam BAP Puji Susanti mengatakan kalau terdakwa mendatangi rumah mengetuk pintu jendela menggunakan batu kecil sambil mengatakan siapa yang memotong tanamanku ini, kok ga bilang, sedang saksi Puji Listia Rini dihadapan Majelis Hakim mengatakan kalau terdakwa melempari rumah dengan batu.



Sedangkan mengenai penamparan terhadap Puji Listia Rini yang dilakukan oleh terdakwa, dihadapan Majelis Hakim Puji Susanti mengatakan kalau terdakwa melayangkan tangan kanannya ke Puji Listia Rini berkali-kali. Jadi tidak sesuai keterangan Puji Listia Rini dihadapan Majelis Hakim, terdakwa melayangkan tangannya dua kali, yang satu kali dihindari dan satu kali kena dibagian pipi sebelah kiri.

Dio Hermansyah, SH dan Rekan Kuasa Hukum terdakwa dalam wawancara kepada awak media mengatakan,"Dalam persidangan semua saksi memberikan keterangan yang berbelit-belit dan selalu berubah-ubah jawabanya tidak sesuai dengan apa isi dari BAP baik dari penyidikan kepolisian maupun dari Kejaksaan. Kasus ini jelas terlihat sudah di setting dan Kesaksian dari para saksi juga terkesan setingan karena tidak sinkron dengan  keterangan satu saksi dengan saksi saksi lainya, banyak kejanggalan-kejanggalan dan perbedaan dari apa yang di sampaikan dengan yang di BAP,"katanya.



"Contoh Salah satunya adalah saat menjelaskan kronologis kejadian ketika terdakwa menampar korban, saksi korban mengatakan sekali kena tamparan, namun saksi lainya mengatakan korban ditampar berkali-kali. Masih banyak yang lainnya, jelas pasti pengunjung persidangan juga menyaksikan dan mendengar sendiri blundernya keterangan para saksi,"tegas Kuasa Hukum terdakwa Dio Hermansyah selesai persidangan.

Dio Hermansyah sebagai Kuasa Hukum terdakwa menyatakan, untuk sidang selanjutnya pihak terdakwa akan menghadirkan saksi ahli dari salah satu perguruan tinggi untuk memberi tanggapan soal Psikologi para saksi yang memberikan keterangan selalu berubah-ubah dan memberikan keterangan tentang tindak pidana ini seperti apa.



"Pihak kami juga masih menunggu jawaban majelis hakim untuk penangguhan dan pengalihan tahanan mengingat terdakwa masih punya 3 anak kecil-kecil diantaranya balita usia 3 tahun dan 5 tahun yang masih membutuhkan perawatan ibunya,"ucap Dio Hermasyah lagi.

Dalam waktu dekat, Dio Hermansyah dan tim pengacara terdakwa akan melakukan laporan balik terkait perusakan hak orang lain atau penebangan pohon milik terdakwa yang ditebang sepihak oleh pelapor Puji Susanti. Dimana menebang pohon tanpa ijin bisa di ancam pidana pasal 406 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan penjara.

Sesuai dengan pengakuan penebangan dari Puji Susanti sendiri dalam BAP, yang juga sempat menyatakan berbeda dari pengakuannya di BAP bahwa, Puji Susanti lah yang justru melakukan penebangan.



Yang jelas perbuatan tersebut tidak bisa di  benarkan dan harus dipertanggungjawabkan menurut hukum yang berlaku. (Aris)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.