Kamis, 26 Juli 2018

Terdakwa Pembunuh Anak Dan Istri Divonis 20 Tahun Penjara

    7/26/2018   No comments

MOKI, Tangerang-Sidang nomor perkara :871/pid B/ 2018 atas nama terdakwa Muhtar Efendi bin Ruhiyat (alm) dengan Ketua majelis hakim Gatot Sawardi dan Jpu Jufri dilanjutkan dengan agenda vonis. Terdakwa Muhtar Egendi yang dituntut 20 tahun penjara karena terbukti melanggar pasal 340 KUHP. Seperti diketahui sebelumnya, JPU mendakwa perbuatan terdakwa melanggar
Pasal 340 atau 338 atau 351 ayat 3 KUHP.



Dalam amar putusannya, Ketua Majelis Hakim membacakan bahwa, pada tanggal 12 Februari 2018 dijalan perumahan taman kota raya Kelurahan Priuk Kota Tangerang telah terjadi pembunuhan berantai secara sadis yang dilakukan terdakwa terhadap istri dan kedua orang anaknya.

Hanya karena cicilan mobil terlambat seharusnya tanggal 5 namun hingga tanggal 20 belum juga dibayar, Ema sang istri marah dan memukul muka satu kali lalu pergi meninggal terdakwa sambil berkata itu tanggungjawabmu, karena merasa terhina dan harga diri diinjak-injak dengan penuh emosi, terdakwa mengambil sangkur dibelakang pajangan/hiasan lalu membawanya yang diletakkan dibelakang pantat terdakwa.



Kemudian terdakwa menghampiri Ema (istrinya) yang sedang berbaring ditempat tidur. Sambil Memegang tangan kiri Korban Ema, terdakwa  menusuk sebanyak 5 kali bagian perut hingga Dadanya. Korban teriak kesakitan, lalu terdakwa merobek mulut korban.

Karena mendengar teriakan ibunya yang kesaktitan kemudian Tiara (anaknya) terbangun, merasa perbuatan dilihat anaknya terdakwa menusuk tiara  beberapa kali hingga meninggal, korban sempat berteriak sehingga membangunkan adiknya.



Mendengar teriakan kakaknya, Nova terbangun.merasa perbuatannya diketahui anaknya, terdakwa mencekik nova kemudian memukul kepala hingga tak sadar. Sempat terdengar jeritan korban aby... aby..., kemudian terdakwa menusuk dan menyayat korban. Setelah itu terdakwa mencoba bunuh diri menusuk dirinya beberapa kali  hingga pingsan berlumuran darah. Terdakwa sadar, setelah dirumah sakit.

Menurut Ketua Majelis Hakim, perbuatan terdakwa terbukti dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain yang dilakukan secara spontanitas atau tidak direncanakan. Ketua majelis hakim memvonis 20 thn penjara karena melanggar pasal 340 KUHP.



Pertanyaannya, apakah kronologis diatas tidak berencana karena terdakwa kebelakang tempat sangkur tersebut dipajang. Terdakwa dengan sadar melakukannya, pantaskah dihukum 20 tahun penjara, kenapa tidak mati. Karena akan menjadi preseden buruk, bahwa membunuh manusia lebih dari satu, paling lama sanksi hukumnya 20 tahun Penjara. (Ton)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.