Selasa, 07 Agustus 2018

Asosiasi Bawang Merah Indonesia Kabupaten Pati Menolak Pemerintah Import Bawang Merah

    8/07/2018   No comments

MOKI, PATI-Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) Kabupaten Pati sebagai wadah perani bawang yang memiliki area tanam di empat Kecamatan menolak import bawang merah dengan meneriakan "Kami Petani bawang merah Kabupaten Pati menolak import bawang merah" dan membentangkan banner yang bertuliskan "Menolak import bawang merah" selesai melakukan panen bawang merah di area tanam Desa Sidoharjo, Kecamatan Wedarijaksa bersama Anggota DPR RI dari Partai Golkar Firman Soebagyo. Senin, 6/8/2018. Pukul, 11.00 Wib.



Firman Soebagyo Anggota DPR RI Partai Golkar yang berasal dari Pati mendukung langkah petani bawang yang menolak Pemerintah import bawang merah, karena Negara Indonesia sendiri sudah bisa menjadi swasembada bawang merah.

"Saya sangat mendukung langkah petani bawang merah menolak Pemerintah melakukan import bawang merah, hal ini karena Kabupaten Pati dan pada umumnya Indonesia memiliki lahan tanam bawang merah yang sangat luas dan justru bisa menjadi swasembada bawang merah bahkan bisa melakukan eksport ke Luar Negeri,"katanya.



"Seharusnya Pemerintah mau memperhatikan petani bawang merah agar harga bawang merah bisa stabil supaya petani tidak terus mengalami kerugian akibat ulah temgkulak,"kata Firman Soebagyo kembali.

Ketua Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) Kabupaten Pati Suparlan seusai menyatakan menolak import bawang merah kepada awak media mengatakan,"Kami mewakili Asosiasi Bawang Merah Indonesia menolak import Pemerintah melakukan import bawang merah, karena indonesia sendirk kebutuhan bawang merah sudah sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Langkah Pemerintah import bawang merah akan merugikan petani bawang, justru kami membutuhkan perhatian Pemerintah agar harga bawang bisa stabil dengan patokan harga bawah sebesar Rp. 15.000 per kilogram dan harga atas Rp. 25.000 per kilogram. Masa kemarin harga bawang merah kemarin masih di tengkulak masih harga Rp. 9.000 per kilogram selang 2 hari saja sudah turun menjadi Rp. 7.000 per kilogram sehingga kami mengalami kerugian. Karena nilai hasil panen tidak sesuai dengan proses penanaman, bagaimana petani tidak rugi,"katanya.



Untuk mengantisipasi kerugian yang terus menerus Asoaiasi Bawang Merah Merah Indonesia Kabupaten Pati memgambil langkah dengan dana swadaya akan membuat gudang penyimpanan yang memuat kurang lebih 40 ton bawang merah. Kalau sudah memiliki gudang penyimpanan ABMI akan membeli hasil panen petani dan menyimpanannya digudang kemudian dipisah-pisah sesuai gate kebutuhan pangsa pasar sehingga hargapun bisa stabil. (Aris)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.