Rabu, 08 Agustus 2018

Hakim Vonis Lebih Renda Dari Tuntutan JPU

    8/08/2018   No comments

MOKI, Tangerang-Belum juga genap satu tahun, tepatnya bulan februari 2018, KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di pengadilan negeri tangerang, muncul kembali suara suara sumbang dugaan bagi bagi uang. Dihimbau KPK harus lebih kerja keras untuk memonitor aktivitas jaksa dan hakim, sehingga jaksa dan hakim harus menegakan supremasi hukum tanpa imbalan.



Sungguh ironis, disatu sisi pemerintah sedang giat giatnya memberantas penyakit masyarakat seperti judi. Siang malam, petugas kepolisian memantau,mengintai dan menangkap para pelaku pelaku  judi.

Namun disisi lain kerja keras polisi, dibayar dengan murahnya tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan rendahnya vonis majelis hakim yang menangani perkara  ini. Apalagi menyediakan tempat untuk bermain judi, seperti bunyi amar putusan yang dibacakan ketua majelis hakim Sucipto. "Terbukti menyediakan tempat untuk  bermain judi,"kata Ketua majelis hakim Sucipto dalam amar putusannya diruang sidang 5.



Sidang No.perkara:1409/pid.B/2018/PN.Tng digelar dengan menghadirkan terdakwa Osbal lumban gaol als marbun,Anry  marbun anak dari El Marbun, Toni setiawan, Abdul Simamora alias simamora,  Marintah Sigalingging alias opu Yossi,dan Jukro bin Sukra. Pada tuntutan,JPU erlangga menyatakan dengan sengaja memberikan kesempatan bermain judi togel dan dituntut 5 bulan penjara pada persidangan karena melanggar pasal 303 ayat(1) ke-1 KUHP.

Pada sidang sore ini dengan agenda sidang vonis atau putusan. Sebelum putusan dibacakan, ketua majelis hakim sempat menayakan kepada para terdakwa sudah berapa lama didalam. Terdakwa osbal Menjawab," sudah 4 bulan 10 hari pak hakim. Kemudian ketua majelis hakim meminta untuk menghitung kepada hakim anggota dan Panitra.



Ketika diminta permintaannya terhadap tuntutan jaksa penuntut umum, yang dihadiri jaksa Taufik Hidayat dari Kejari Tangerang, para terdakwa minta diringankan kan lagi. Jawab ketua majelis hakim 5 bulan sudah ringan," apa perlu ditambah menjadi 6 bulan putusannya,"kata majelis hakim.

Bunyi amar putusan antara lain perbuatan terdakwa melanggar pasal alternatif yang didakwakan jaksa yaitu pasal 303 ayat 1 ke satu (1)KUHP, menyediakan permainan judi yang merupakan fakta persidangaan dan memvonis 4 bulan 15 hari, barang bukti uang 2 juta 349 ribu dirampas untuk negara.



Sedangkan komputer, hp, buku rekapan dirampas untuk dimusnahkan. Sungguh jauh sekali vonis hakim Sucipto ini, mengingat pasal  303 ayat 1 ke-KUHP ancaman 5 tahun penjara. Ada apa putusan hakim tersebut ? Yang sangat mencolok, saat pembacaan tuntutan dan vonis diruangan para pewarta tidak satupun diruang sidang 5 tersebut. Apakah ada kaitannya dengan isu dugaan tersebut?  (Ton)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.