Rabu, 22 Agustus 2018

Harga Daging Meugang di Sabang Stabil, Namun Harus Waspada Terhadap Parasit Fasciola Hepatica

    8/22/2018   No comments

Kabid. Peternakan dan Kesehatan Hewan Drh. Jaya Saputra ketika berada di Pasar Daging Meugang Hari Raya Idul Adha 1439 Hijriah menyaksikan Daging yang akan diperjual belikan, Selasa (21/08-18) pagi.
MOKI, Sabang-Menyambut Hari Raya Idul Adha 1439 Hijriah, pasaran daging Hewan Sapi dan Kerbau di Kota Sabang terlihat stabil seperti hari Raya Idul Adha tahun lalu 1438 Hijriah dan Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah, dengan harga daging berkisar 170 s/d 180 ribu/kg. Masyarakat harus Waspada ketika membeli Hati hewan Sapi, Kerbau dan Kambing yang terkena Virus Faciola Hepatica karena dapat tertular.



Hal tersebut dikatakan oleh Drh. Jaya Saputra Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang kepada Wapemred MOKI di Lokasi Pasar Daging Meugang, jalan Malahayati Gampong Kuta Barat Sabang, Selasa (21/08-18) pagi.

Dikatakan, Jumlah hewan Sapi dan Kerbau yang dipotong selama dua hari Meugang berjumlah 59 ekor dengan rincian, 53 ekor Sapi dan 6 ekor Kerbau. Oleh karena itu kami selaku petugas dari Peternakan dan Kesehatan Hewan memantau Hati dan Daging Sapi/Kerbau para pedagang daging musiman untuk kesehatan masyarakat.



Kekhawatiran kami terhadap Virus Faciola Hepatica yang selalu bersarang pada Hati Hewan Sapi, Kerbau maupun Kambing dapat mengancam kesehatan masyarakat karena dapat tertular secara langsung apabila dikonsumsi, meskipun telah dimasak maupun dimakan mentah. Maka itu kami petugas dan mantri hewan mengawasinya langsung ke pasar daging agar tidak terjadi masyarakat salah membeli Hati Hewan Sapi maupun Kerbau, kata Jaya Saputra.

Drh. Jaya Saputra pada penjelasannya mengenai Parasit hati hewan mengatakan, Fasciola Hepatica adalah salah satu Trematoda hati yang bersifat Hermaprodit yang dapat menimbulkan penyakit Fascioliasis. Parasit ini disebut juga dengan Sheep Liver Fluke. Hospes definitif manusia, binatang ternak (domba, kambing, sapi, kelinci), dan rusa Hospes intermedier keong air, Hospes intermedier tumbuhan air.



Siklus Hidup Fasciola Hepatica, Telur keluar bersama tinja dan menetas di air menjadi mirasidium, selanjutnya masuk ke hospes perantara dan berkembang menjadi Sporokista, Redia, Serkaria dan keluar dari Hospes perantara. Kemudian menempel pada hospes perantara tumbuhan air dan berkembang menjadi Meteserkaria.

Jika tumbuhan air yang mengandung Metaserkaria tertelan hospes definitive, maka akan terjadi Ekskistasi di dalam Duodenum menembus dinding usus Cavum Abdominalis, menembus kapsul Hepar Parenkim, Hepar Saluran Empedu serta menetap dan berkembang menjadi dewasa dalam waktu ± 12 minggu, jelas Jaya



Morfologi Fasciola hepatica Morfologi cacing dewasa Ciri-cirinya berbentuk pipih seperti daun dengan bentuk bahu yang khas, karena adanya Cephalic Cone, sedangkan bagian posterior lebih besar ukuran panjangnya mencapai 20 s/d 30 mm dan lebar 8 s/d 13 mm. Mempunyai 2 buah batil isap (sucker) yaitu oral sucker dan ventral sucker yang sama besarnya.

Ciri-ciri telur Fasciola Hepatica, Telur besar berbentuk ocal dan beropeculum, panjang ukurannya 130 s/d 150 μm dan lebar 60 – 90 μm. Dinding satu lapis tipis berwarna kuning kecoklatan. Gejala Klinis Fascioliasis Selama migrasi, akan menimbulkan kerusakan Parenkim Hepar hingga terjadi Nekrosis serta Obstruksi / penyumbatan empedu akibat tekanan.



Hasil Metabolik cacing yang toksik dan migrasi cacing menimbulkan “Peradangan Adenomateus dan fibrotik di saluran-saluran empedu sehingga terjadi Ikterus”. Di Negara Timur tengah didapatkan semacam Laryngopharyngitis yang dikenal dengan “Halzoun” yaitu Pharyngeal Fascioliasis yang disebabkan cacing dewasa yang ikut termakan bersama hati hewan ternak yang tidak dimasak, tukas Jaya Saputra.

“Cara Diagnosis Fascioliasis Diagnosis ditegakkan dengan menemukan telur dalam tinja atau aspirasi duodenum / empedu. Kesalahan diagnosis dapat terjadi dengan ditemukannya telur dalam tinja seseorang sehabis makan hati mentah yang terinfeksi dengan fasciola “



Pencegahan dan Pengobatan Fascioliasis Pencegahan Fascioliasis dengan cara Memasak sayuran dengan baik dan masak sebelum dimakan. Melakukan pengobatan pada penderita (manusia dan hewan), tidak buang air besar sembarangan terutama di lokasi perairan yang ditumbuhi tumbuhan air Pengobatan Fascioliasis.

Fascioliasis dapat diobati dengan obat triclabendazole yang diberikan secara per oral dalam 1 atau 2 dosis. Dua dosis terapi triclabendazole diberikan kepada pasien yang memiliki infeksi berat atau yang tidak merespon terapi dosis tunggal.



Terapi triclabendazole dua dosis diberikan dengan cara pasien meminum obat 2 dosis masing-masing 10 mg/kg, dipisahkan dalam waktu dengan 12 sampai 24 jam. Epidemiologi Fasciola hepatica Fasciola hepatica mempunyai penyebaran di seluruh dunia (kosmopolit), terutama di daerah-daerah pertenakan domba, kambing, dan sapi, pungkas Drh. Jaya Saputra.(Wapemred)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.