Senin, 20 Agustus 2018

Kepala BPBD Sumenep; 27 Desa Terdampak Kekeringan

    8/20/2018   No comments

MOKI, Sumenep- Memasuki puncak musim kemarau Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Sumenep, Madura, Jawa Timur mengklaim sampai saat  ini tidak ada perluasan dampak kekeringan.



Kepala BPBD Kabupaten Sumenep Abd. Rahman Riadi mengatakan, jumlah desa terdampak kekeringan pada musim kemarau tahun ini tetap 27 desa yang tersebar di 10 kecamatan. ” 17 desa diantaranya berstatus kering langka dan 10 desa kering kritis, ” katanya. Senin, 20/8/2018.

Untuk terus mengurangi luas wilayah terdampak kekeringan di Kabupaten Sumenep pemerintah daerah setempat memprogram pipanisasi air bersih. Data di BPBD Sumenep, tahun 2017 jumlah wilayah terdampak kekeringan sebanyak 27 desa. Tahun ini menurun menjadi 27 desa.

 ”Tahun ini mengalami penurunan. Karena beberapa desa yang sebelumnya mengalami kekeringan langka sudah dipipanisasi, ” paparnya.



Menurutnya, Sumenep itu tidak menutup kemungkinan droping air bersih ke beberapa desa terdampak masih akan terus bertambah meski jumlah wilayah terdampak kekeringan tahun ini tidak meluas.

“Jika tahun ini terjadi kemarau panjang maka volume dropping air akan bertambah, ” ucapnya.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalianget, akhir musim kemarau tahun ini akan terjadi pada September 2018.



Riadi menuturkan, BPBD telah melakukan droping air bersih ke beberapa desa di Kecamatan Pasongsongan, Batuputih, dan Batang-Batang. ” Paling banyak yang membutuhkan air bersih Desa Montorna dan Prancak Kecamatan Pasongsongan.(sari)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.