Selasa, 07 Agustus 2018

Sidang Lanjutan Dugaan Penganiayaan, Terdakwa Sri Kunaryati Dituntut JPU 3 Bulan Kurungan

    8/07/2018   No comments

MOKI, PATI-Sidang lanjutan dugaan penganiayaan dengan terdakwa Sri Kunaryati, 47 Th, warga Desa Sekarjalak Rt. 03 Rw. 01 Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati memasuki tahapan pembacaan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum dihadapan Majelis Hakim Bertha Arry Wahyuni, SH. MKn (Ketua), Agung Iriawan, SH. MH (Anggota) dan Rida Nur Karima, SH. M.Hum (Anggota). Selasa, 7/8/2018.



Sri Kunaryati didakwa dugaan penganiayaan yang didampingi Penasehat Hukum Dio Hermansyah, SH dan Rekan cukup tenang saat mendengarkan tuntutan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum Any Asyiatun, SH dihadapan Majelis Hakim.



Jaksa Penuntut Umum Any Asyiatun, SH dalam tuntutannya terhadap terdakwa Sri Kunaryati seorang ibu rumah tangga, Sri Kunaryati didakwa telah bersalah melakukan penamparan sebanyak 2 kali tertapi mengenai satu kali dan menarik sampai jatuh diluar jendela rumah pelapor Puji Listia Rini sampai luka benjolan di kepala sebesar bola pingpong dan luka lecet pada tangan sebelah kiri sesuai hasil visum pada Rumah Sakit Islam Margoyoso dan opname satu hari.

Tetapi, dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum Any Astiatun, SH dengan mempertimbangkan terdakwa bersikap sopan dalam persidangan dan masih mempunyai anak kecil-kecil JPU memberikan tuntutan terhadap terdakwa Sri Kunaryati 3 bulan kurungan dipotong selama dalam tahanan.



Penasehat Hukum Dio Hermansyah dan Rekan selesai persidangan kepada awak media mengatakan,"Meskipun tuntuntan Jaksa Penuntut Umum sangat ringan hanya 3 bulan kurungan di potong masa tahanan, kami Tim Penasehat Hukum Sri Kunaryati akan mengambil langkah melaporkan Dokter yang memeriksa visum Puji Listia Rini dan melaporkan penyidik Kepolisian ke Propam Polda Jateng sama Propam Mabes Polri. Karena ada kejanggalan dalam penyidikan Sri Kunaryati dan pada Visum Puji Liatia Rini yang berbunyi dalam Visum ada benjolan sebesar bola pingpong dan lecet pada tangan sebelah kiri tanpa ada bukti foto,"katanya dengan dipertegas.

"Kita lihat kasus Setyo Novanto saja, katanya ada benjolan pada kepala akibat nabrak tiang listrik dalam visum harus dihadirkan bukti otentik foto,"ujar Dio Hermansyah kembali.



Sidang akan dilanjut dalam sat minggu lagi untuk pembacaan pembelaan Penasehat Hukum (Pledoi) terhadap Sri Kunaryati. Penasehat Hukum Dio Hermansyah yakin Sri Kunaryati akan bebas karena dari pemeriksaan saksi pelapor berbelit-belit dan berubah-ubah tidak sesuai dengan BAP penyidikan Kepolisian ditambah JPU tidak bisa menghadirkan bukti foto luka korban. (Aris)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.