Minggu, 05 Agustus 2018

SMKN 6 Kota Bekasi Deklarasi Sekolah Ramah Anak

    8/05/2018   No comments

MOKI, KOTA BEKASI-Untuk membangun karakter dan prilaku anak menjadi santun dan bermatabat SMKN 6 Kota Bekasi melakukan Deklarasi Komitmen Sekolah Ramah Anak bertempat dilapangan sekolah SMKN 6 Kota Bekasi, pada Jumat (3/8/2018).



Penandatanganan deklarasi ini dihadiri Heri Pansila Prabowo, mewakili Disdik Provinsi Jawa Barat.

Acara Deklarasi diawali dengan aksi penampilan kreatifitas dari siswa/i yang menunjukan kalo anak bisa diberikan kebebasan mengeksplore kreatifitas selama hal tersebut baik untuk anak.dan terlihat anak-anak ini mampu memberikan yang terbaik dalam penampilannya.



Di Jawa Barat sendiri ada sekitar kurang lebih 800rb lulusan smp se-jawabarat
dan hanya 550rb yang bisa diterima di sma/smk negeri maupun swasta. jadi masih
tersisa 250rb siswa yang tidak bisa melanjutkan ke sma/smk baik negeri maupun swasta yang juga dikelola langsung oleh Provinsi Jawa Barat.

"Bapak-ibu harus bersyukur karena anak-anaknya masih diberikan kesempatan
untuk bisa melanjutkan pendidikan di smk negeri 6 ini," kata Heri dalam sambutanya.



Heri menambahkan, Dalam Deklarasi untuk mewujudkan sekolah ramah anak juga harus melibatkan perananan guru dan orangtua sangatlah penting, jangan sampai disekolah guru sudah deklarasi tidak melakukan kekerasan tetapi dirumah orangtua masih memarahi anak, jangan sampai nanti anak ini lebih nyaman kesekolah daripada dirumah.



"Nah kalo bisa bapak-ibu disini bisa menciptakan Rumah Ramah Anak agar anak juga betah dan nyaman
dirumahnya,"katanya.

Sementara itu Kepala sekolah SMKN6 Ibu Dyah Sulistiyaningsih, selain mendeklarasikan Sekolah Ramah Anak,
SMKN6 juga sudah membuka sekolah gratis untuk masyarakat tidak mampu dan putus sekolah. Mereka nantinya dididik di jurusan Teknik Komputer.



Program sekolah gratis  sudah berjalan 2 tahun yang lalu dengan jumlah murid sebanyak 34 orang.

"Bagi masyarakat yang tidak mampu silakan daftar sekolah gratis di SMKN 6 dengan syarat mempunyai ijazah SMP/MTS ataupun paket B boleh mendaftar dgn usia maksimal 21th, bebas warga mana saja yang ingin melanjutkan pendidikan,"Kata dyah.



Dyah juga berharap,"Setelah deklarasi ini kita semua sebagai pendidik harus melayani anak-anak seperti anak sendiri, jadi kita harus jadi orangtua anak-anak disekolah. Jika kita melayanin anak dengan baik insyaAllah kita akan dilayanin dengan baik oleh anak. jadikan sekolah dan rumah menjadi tempat ternyaman bagi anak,"katanya. (Marsan)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.