Jumat, 31 Agustus 2018

Suksesnya Pengrajin Batok Kelapa Asal Jerman, Bemhard Lehner (Charlie)

    8/31/2018   No comments

Bemhard (Charlie) dan anaknya Indra Malik ketika berada di Terminal Kapal Cepat Ulhee Lheue Kamis (28/08-18), sore.
MOKI, Banda Aceh-Pengrajin tangan Batok Kelapa yang dipadu dengan kerajinan Perak asal Negara Jerman, Bemhard Lehner atau panggilan akrabnya Charli (49 thn), kini telah sukses menjalankan usahanya di negara asal sekembalinya dari Kota Sabang Indonesia. Hal tersebut dikatakannya kepada Wapemred MOKI di Pelabuhan Ulhee Lheue saat akan bertolak kembali kenegaranya Jerman Kamis, (29/08/18) sore.



Bemhard Lehner (Charlie), pengarajin Batok Kelapa yang dapat memadunya dengan barang Perak da merupakan karya cipta yang halus dan sempurna, sehingga kalau kita tidak teliti melihatnya akan tertipu oleh mata kita sendiri bahwa kerajinan itu dari Batok Kelapa

Dikatakan, kunjungan pertamanya ke Kota Sabang tahun 1993 dan saat itu statusnya masih bujangan ingin melihat wisata yang ada di Kota Sabang. Beberapa bulan di Sabang dia mencoba mempelajari jenis Batok Kelapa yang banyak terbuang dan tidak terpakai untuk dipadu dengan bahan kerajinan dari Perak yang telah ditekuninya dan tekhnik membuat kerajinan Perak telah menjadi andalannya, kata Bemhard Lehner.



Dalam menekuni Batok Kelapa dia berkenalan dengan salah seorang gadis yang berdomisili di Iboih Fausnina namanya.Sembari mempelajari jenis-jenis batok yang kwalitasnya tinggi dan dapat dibentuk serta bermutu, hubungan dengan Fausnina semakin akrab saja. Kami mengambil keputusan bersama kejenjang yang lebih akrab lagi yaitu jenjang pernikahan, kami memutuskan menikah pada tahun 1994 di Jakarta.

Setelah menikah, kami bersama-sama pulang ke Jerman dan memutuskan untuk tinggal di Eropah dan meneruskan cita-cita kami membuat kerajinan dari Batok Kelapa yang di padu dengan bahan Perak. Di Jerman barang-barang kerajinan dari Batok dipadu Perak sangat diminati oleh masyarakat jerman dan para turis yang berkunjung ke Jerman, ujar Charlie.



Bemhard juga merengkan bahwa, kini mereka telah mempunyai buah hati sepasang anak lelaki dan perempuan. Yang tertua namanya Sara (23) tahun dan telah selesai kuliah kini dengan ibunya di Jerman. Saya datang ke Sabang bersama anak lelaki saya Indra Malik (17), tujuannya memperkenalkan kaampung halaman Ibunya di Iboih, sekaligus membawa Batok Kelapa satu Kopor yang telah saya pilih mutu terbaik.

Jenis- jenis bahan baku Batok Kelapa yang dapat menjadi Kerajinan tangan adalah Batok Kelapa yang tebal buah kelapanya sudah cukup tua (buahnya kering bukan hijau). Kalau jenis kelapa Heperyda yang buahnya banyak serta batangnya tidak seberapa tingginya, baatoknya tidak dapat dipakai, tukas Bemhard alias Charlie.



Ketika MOKI menanyakan apakah dia bersedia melatih anak-anak Sabang bila program pelatihan itu di buat Pemerintah Sabang tahun depan ?. Bemhard mengatakan siap mengajarinya, tetapi tahun depan saya belum tahu lagi bulan berapa bisa berkunjung kembali pulang kampung halaman isteri. Rencanaya saya dan keluarga tahun depan 2019 kami akan kembali berkunjung dengan sanak saudarayag ada di Indonesia, kalau ingin melihat hasil karya kami ada di www.coconutart.de/shop atau www.facebookcoconutcharlie, pungkas Charlie.(Tiopan. AP)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.