Rabu, 15 Agustus 2018

Terbongkar..!! Pelapor Dugaan Penganiayaan, Korban Datang Ke RSI Pati Dua Kali Melakukan Visum Dan Datang Pertama Tidak Ditemukan Luka

    8/15/2018   No comments

MOKI, PATI-Kasus dugaan penganiayaan dengan terdakwa Sri Kunaryati warga Desa Sekarjalak Margoyoso semakin seru, karena terbongkar dalam program Talk Show Bincang-bincang Televisi Simpang5 mengambil tema "Dua Balita Mencari Keadilan" antara Anak Terdakwa Sukma Eka, Pensehat Hukum Dio Hermansyah, SH, Aktifis NKRI Joko Sutrisno dan Pakar Hukum Universitas Muria Kudus DR. Hidayatullah. Selasa, 14/8/2018. Pukul, 19.30 Wib.



Sukma Eka salah satu anak terdakwa Sri Kunaryati, seorang aktifis pembela kebenaran yang merupakan founder dari Gerakan Laskar Berani Peduli (GLBP) Pati dalam program Bincang-bincang Simpang5 TV menceritakan, mamanya Sri Kunaryati datang dari menjemput anaknya sekolah lewat Jalan belakang samping rumah melihat pohon pagar pembatas tanahnya dibelakang rumah habis dipotong orang. Sri Kunaryati menanyakan tetangganya lewat jendela samping rumah dengan mengetok-ngetok pakai kerikil (Batu Kecil) dan keluarlah Puji Susanti anak tetangganya itu ke Jalan depan rumah dan berkata,"aku seng motong arep lapo kowe (Saya yang memotong mau apa kamu),"kata Puji Susanti sambil memegang sapu ditunjuk-tunjukkan ke arah Sri Kunaryati. Kemudian Sri Kunaryati agak mendekati Puji Susanti menjawab,"Kok dipotong kenopo? (Kok dipoting kenapa?),"jawab Sri Kunaryati. Kemudian dari arah jendela yang diketok-ketok Sri Kunaryati keluar Puji Listia Rini adik Puji Susanti mengatakan dengan nada keras,"Meh Lapo...meh lapo kowe...(Mau Apa....Mau apa kamu...,". Sri Kunaryati menjawab,"Trus arep lapo...arep lapo kowe (Trus mau apa...mau apa kamu), kemudian anak-anak Sri Kunaryati yang masih kecil-kecil keluar menuju arah pagar, Sri Kunaryati balik arah menuju anak-anaknya dengan maksud mau disuruh masuk rumah. Tetapi saat berjalan menuju arah anak-anaknya, dari belajang Sri Kunaryati mendengar suara duk! saat ditoleh Puji Listia Rini jatuh diluar jendela dan ditolong oleh ibunya. Karena melihat Puji Listia Rini ditolong ibunya, Sri Kunaryati menghampiri karena kaya seperti tidak sadarkan diri dibanguni dengan dipegang hidungnya. Tahu-tahu ibunya Puji Listia Rini teriak tolong...tolongg.... Kemudian disusul Puji Susanti menghampiri juga teriak tolong...tolonggg...dengan keras dan ada yang datang memberi pertolongan. Begitu kurang lebihnya cerita Sukma Eka dalam Talk Show Bincang-bincang Simpang5 TV.



Dio Hermansyah, SH Penasehat Hukum terdakwa Sri Kunaryati dalam keterangan sebelumnya sehabis sidang mendampingi Sri Kunaryati mengatakan kalau keterangan pelapor dan para saksi pelapor berbelit-belit dan berubah-ubah tidak sesuai dengan isi BAP penyidikan Kepolisian dan bukti Visum tidak dilengkapi dengan Foto sebagai bukti Forensik.

Dalam Talk Show Bincang-bincang di Sumpang5 TV Pakar Hukum Universitas Muria Kudus DR. Hidayatullah membongkar, mengatakan kalau korban datang ke Rumah Sakit Islam Pati dua kali dengan saksi dokter dan dua Perawat saat korban pertama datang meminta di Visum tetapi ditolak karena tidak ada luka yang perlu di periksa. Kemudian datang yang kedua dengan tenggang waktu beberapa hari ada luka lecet-lecet ditangan dan minta diperiksa untuk di visum tetapi dengan dokter lain lagi.



"Visum sebagai barang bukti tertulis dalam tindak pidana dalam persidangan jadi harus dicermati, karena dalam penyidikan atau penyelidikan ada tahapan-tahapan sehingga bukti visum tidak lemah saat jadi barang bukti di pengadilan,"kata DR. Hidayatullah.

Penasehat Hukum terdakwa, Dio Hermansyah, SH dalam Talk Show mengatakan akan melakukan langkah-langkah hukum melaporkan pihak Rumah Sakit Islam Pati secara Perdata maupun Pidana.



Aktifis NKRI Joko Sutrisno menyampaikan, dalam proses peradilan harus ada Keberanian, Kebenaran dan Kewajiban. Dalam mencari keadilan harus ada kebenaran yang hakiki dan kewajiban yang hakiki pula. "Dalam kasus mencari keadilan anak-anak yang masih balita, kami aktifis NKRI siap mengawal dan mendampingi dengan langkah-langkah hukum untuk mendapat keadioan yang seadil-adilnya,"kata aktifis NKRI Joko Sutrisno.(Aris)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.