Senin, 13 Agustus 2018

Terdakwa Mengaku, Saat Pemeriksaan Di Polres Diarahkan Pengacara

    8/13/2018   No comments

MOKI, Tangerang-Sidang perkara spilitan pengerusak an pager dilanjutkan dengan agenda mendengarkan keterangan terdakwa. Terkesan bahwa ketiga  terdakwa yaitu Karnomo, Mamok dan Sepriyadi berkelit bahwa saat pengerusakan mereka tidak tahu menahu dan tidak melakukan pengerusakan. Selain itu juga, ketiga terdakwa juga tidak tahu dan tidak melihat terdakwa Meidi yang diduga menggerakan para terdakwa untuk merusak pager beton. Sia sia usaha mereka untuk menutup nutupi, karena kejujuran, berterus terang, berani bertanggung jawab atas perbuatannya, terdakwa Sardi menceritakan semuanya dengan jelas, gamblang seluruh kejadian tersebut.



Terdakwa Sardi menerangkan bahwa saat itu sedang bekerja sebagai satpam yang ditelepon berkali kali oleh Nasim (paman terdakwa Sardi,juga adik terdakwa Meidi pada berkas lain)A. walnya tidak diindahkan terdakwa sardi,namun karena di telp nada nya semakin tinggi, terpaksa terdakwa sardi meninggalkan pekerjaannya dan menemui pamannya dilokasi pagar yang akan dirusak.Setibanya disana, Sardi menunggu rombongan yang pulang dari sidang di pengadilan tangerang, setelah berbincang dengan Heri diduga orangnya pengacara, Nasim perintahkan bongkar pagar panel.



"Kita buat jalan," kata Nasim saat itu diperagakan Sardi. terdakwa sardi juga menerangkan bahwa ketiga terdakwa lain juga melakukan perusakkan,sama halnya dengan dirinya. Ketika ditanya mengenai peran dari terdakwa meidi, Sardi menerangkan bahwa yang memprovokasi Meidi. saat itu,kata terdakwa Sardi,terdakwa Meidi yang menyuruh merubuhkan pagar. bahkan ketika ketemu dengan Haji Saroh, Meidi berteriak teriak lu punya surat palsu, surat palsu.udah rubuhin aja timpahkan aja ke dia," kata sardi menirukan ucapan Meidi.



Terdakwa Sardi juga menerangkan bahwa ketika diperiksa di polres diarahkan oleh pengacaranya,kalau ditanya siapa yang suruh merusak pagar. "Limpahkan semuanya ke Samit. Karena Samit sakit yang tidak akan diperiksa. Saat itu Samit sakit Stroke,bisa bicara tapi pergerakan tangan dan kakinya terbatas. Sambil menunjuk kearah ibu Vega (pengacara yang mendampingi ketiga terdakwa ketika ditanya oleh pengacaranya.



Mendengar penuturan terdakwa Sardi, Ketua majelis Hakim Lebanus Sinurat marah.Kata Lebanus, Saudara pengacara bukannya melimpahkan permasalahan pada yang sakit.seharusnya saudara membuat permasalahan menjadi clear,tegasnya. Lebanus juga memerintahkan ke pada Jaksa Barnat untuk membongkar aktor dibalik perkara ini.Sedangkan kepada Lawyer Irwansyah, Lebanus  berpesan agar tetap mendampingi terdakwa Sardi. (Ton)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.