Sabtu, 29 September 2018

Ironis, Gara Gara Demo Kantor Bupati. Aktivis GMNI Diusir Dari Kontrakan

    9/29/2018   No comments

MOKI, Sumenep - Sungguh perlakuan sangat di sayangkan, gara-gara demo kantor Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur sejumlah aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) di usir oleh pemilik rumah kontrakan di Desa Kolor, Kecamatan Kota.



Pasalnya, mereka diusir  dari Sekretariat GMNI karena melakukan aksi demonstrasi di kantor Bupati  Sumenep, Kamis (27/9/2018) lalu.

Aksi mereka menyoal program nawa cita Bupati Sumenep A Busyro Karim dan Wakil Bupati Sunenep Achmad Fausi. Mereka menilai Bupati dan Wakil Bupati gagal menjalankan program politik "Bangun Desa Nata Kota".

Namun aksi mereka berakhir petaka, sebab sekumpulan aktivis mendapat perlakukan yang tidak wajar. Jum'at 28 September 2018 sekitar pukul 10.00 WIB, mereka diusir dari sekretariat DPC GMNI Sumenep yang beralamatkan di Jl. Trunojoyo.



"Saya sangat minta maaf karena sudah meminta adik-adik untuk segera berkemas, karena kemarin kata anak saya yang bekerja di pemkab Berinisial (RZ) adik-adik GMNI melakukan unjuk rasa di Kantor Pemkab," kata Taufiq Wakil Ketua Bidang Sosial Politik dan Budaya di DPC GMNI Sumenep, menirukan RZ pemilik rumah.

Taufiq menyayangkan perlakuan tersebut, sebab aksi yang dilakukan dilakukan demi membela rakyat kecil.

"Ini sungguh sangat ironis, walaupun anak dari pemilik rumah tersebut merupakan salah satu pejabat di lingkungan Pemkab Sumenep, mestinya dia tidak berhak mengkaitkan hal kemarin dengan kontrakan rumah yang dijadikan Sekret DPC GMNI Sumenep," jelasnya.

Pihaknya bersama teman-teman yang lain akan menyikapi persoalan ini, sebab tindakan itu mengarah pada tindakan diskrimanisi.



"Sudah jelas terindikasi dengan hal penyanpaian aspirasi di kantor pemkab sumenepe, dan dia selaku pelayan rakyat seharusnya lebih bersikap dewasa," tegasnya. (sari)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.