Jumat, 07 September 2018

Komisi ll DPRD Sumenep, Pemerintah Mampu Menekan Menyebarnya Tengkulak Tembakau

    9/07/2018   No comments

MOKI, Sumenep - Anggota Komisi II DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur  Akis Jazuli meminta Pemkab Sumenep berperan aktif untuk menghindari permainan harga oleh para tengkulak maupun pabrikan.



Akis Jazuli menuturkan, pemerintah diharapkan mampu untuk menekan menyebarnya para tengkulak yang ada di lapangan. Sebab, para tengkulak itu yang paling rawan untuk bermain harga. Kordinasikan dengan pabrikan agar menggunakan pedagang di bawah yang memang murni utusan pabrikan. Sebab, jika tembakau masuk ke tengkulak maka sudah dipastikan permainan harga akan terjadi.

"Fakta ini akan menyebabkan petani merugi. Sehingga, masyarakat akan menjadi korban," kata politisi asal Talango ini. Jum'at (7/9/18)

Bahkan sambung dia, petani berharap harga yang diterapkan pabrikan lebih mahal dari tahun sebelumnya.Kami minta pemerintah dalam hal ini Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (Dispertahorbun) untuk melakukan komunikasi intens dengan pabrikan. Minimal pembelian tembakau melalui proses harga yang stabil dan mempertimbangkan asas keuntungan petani. Dengan kata lain, Harga yang ditentukan tidak akan menyebabkan petani rugi, setelah dikurang modal yang dikeluarkan. Pemerintah harus berpihak kepada rakyat.



"Sehingga, petani daun emas itu tidak akan dirugikan dan harganya akan tetap stabil.Otomatis, masyarakat akan tersenyum dengan harga yang diperkirakan tidak ada permainan itu," tuturnya.

Menurutnya, tembakau masih dianggap tanaman yang bisa menghadirkan keuntungan dalam membiyai kehidupan sehari hari, termasuk juga menyekolahkan anak-anaknya hingga ke perguruan tinggi. Konsekuensinya, pemerintah tidak boleh tutup mata dengan apa yang menjadi harapan petani.



"Jangan sampai Penerintah dikibilun oleh pihak pabrikan, utamanya terkait masalah harga. Bahkan, instansi terkait berhak melakukan penekanan untuk membela petani," tegas Akis

Selain itu, mantan Aktifis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Malang ini, meminta pabrikan untuk melakukan pembelian harga tembakau dengan harga yang bagus.Tentunya, juga tetap melihat pada kualitasnya.



"Pabrikan hendaknya bisa memberikan harga yang baik, istilahya jangan sampai petani merugi. Yang terpenting juga, jangan sampai di awal mahal kemudian di akhir-akhir malah menurun dratis," ungkapnya.

Akis juga mengingatkan, pihak pabrikan saat membuka gudang hendaknya juga melakukan kordinasi dengan instansi terkait. Pihaknya berharap tidak membuka gudang dengan cara sembunyi.



"Harus memberitahu dari tanggal berapa hingga tanggal berapa gudang itu buka. Kalau tiba-tiba buka dan tiba-tiba tutup, itu terjadi akan berdampak kepada harga di lapangan yang juga bisa dipermainkan," pungkasnya.(sar)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.