Rabu, 05 September 2018

Krisis Kekeringan Melanda Kabupaten Sumenep

    9/05/2018   No comments

MOKI, Sumenep - Musin kemarau panjang melanda Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, berdampak krisis kekeringan. Kini, krisis air bersih itu bukan hanya melanda sejumlah Kecamatan di daratan, juga melanda sejumlah daerah di wilayah kepulauan setempat. Pernyataan itu di sampaikan kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep Achmad Rahman Riadi, Rabu (5/9/2018)



Sedikitnya 10 kecamatan di Kabupaten ujung timur pulau Madura ini mengalami kekeringan. Itu sesuai dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Sementara daru 10 kecamatan itu, 10 desa mengalami kering kritis, dan 17 lainnya kering langka. salah satunya Desa Montorna dan Desa Prancak Kecamatan Pasongsongan, Desa Juruan daja, Badur, dan Tengedan, Kecamatan Batuputih, kemudian Desa Jangkong dan Desa Batang-batang daya Kecamatan Batang-batang.

Kepala BPBD Sumenep Rahman Riadi mengatakan desa masuk kategori kering langka apabila masyarakat untuk mendapatkan air bersih harus menempuh jarak diatas 3 kilometer.



“Sementara kriteria desa kering langka apabila untuk mendapatkan air bersih berjarak 0,5 – 3 kilometer,” katanya saat dikonfirmasi.

Adapun desa yang masuk kategori kering langka salah satunya Desa Langsar, Tanah Merah Kecamatan Saronggi. Kemudian Desa Bantelan dan Desa Larangan Barma Kecamatan Batu Putih.



Rahman Riadi mengatakan tahun ini kekeringan tidak hanya melanda di daerah daratan, melainkan juga terjadi di sejumlah kepulauan kabupaten ujung timur pulau Madura.

”Kami mendapatkan laporan dari aparat desa kalau terjadi kekeringan langka di Desa Saor Saebus dan Desa Sakala Pulau Sapeken,” ucapnya.



Menurutnya, untuk musibah kekeringan yang terjadi di Kecamatan Sapeken, pihaknya belum bisa mengintervensi, karena jarak lokasi kejadian jauh dan butuh armada khusus.

Pemerintah Daerah, lanjut Rahman, telah mengajukan pengadaan armada khusus berupa perahu tandon kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur. ” Jika disetujui, perahu itu akan digunakan untuk mendroping air bersih dari pulau terdekat yang memiliki sumber air bersih cukup ke daerah yang dilanda kekeringan,” jelasnya.



Dia menambahkan, di Pulau/Kecamatan Sapeken banyak desa yang kekurangan air bersih. Seperti di Desa Saur Saebus dan Sakala. Sebaliknya, di desa tetangga kelebihan air bersih. ” Untuk itu, butuh perahu tandon untuk mengangkut ke desa yang butuh. Perahu tandon nanti akan diserahkan ke Kelompok Masyarakat atau Pokmas untuk dikelola,” pungkasnya.(sar)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.