Selasa, 04 September 2018

Mencari Bukti Baru, Sri Kunaryati Akan Upaya Hukum Lebih Tinggi

    9/04/2018   No comments

MOKI, PATI-Kasus dugaan penganiayaan yang dituduhkan terhadap Sri Kunaryati seorang ibu yang memiliki 2 orang anak balita, asal Desa Sekarjalak, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, sudah berakhir dihadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pati dengan divonisnya kurungan 3 bulan dikurangi masa tahanan.



Tetapi, Sukma Eka anak pertama Sri Kunaryati yang lagi mengenyam di Fakultas Hukum salah Perguruan Tinggi di Jakarta, juga seorang aktifis tidak pantang menyerah selesai ibunya dibenarkan bersalah atas tuduhan penganiayaan.

Karena menurut Sukma Eka, penganiayaan yang dituduhkan dilakukan oleh ibunya, itu sudah dibuat alur sedemikian rupa dan dugaan ada sutradaranya.



"Saya sempat berfikir bahwa majelis hakim akan memutus bebas ibu saya, dengan keyakinan hakim. Karena majelis hakim dan pengunjung sidang semua juga pasti mendengar keterangan saksi-saksi yang diajukan JPU, Melihat fakta-fakta persidangan yang mana keterangan ke enam saksi yang berubah-ubah tidak ada kesamaan satu dengan yang lainnya bahkan di ajukannya saksi anak dibawah umur yang juga memberikan keterangan tidak sama dengan saksi korban, saksi pelapor dan saksi-saksi yang lain, kemudian mengenai visum, dan fakta-fakta lain. Saksi yang di ajukan juga beberapa saling punya hubungan ikatan keluarga,"kata Sukma Eka.

Bahkan ada pernyataan dari korban bahwa setelah kejadian esoknya bisa beraktifitas kembali seperti biasa setelah berkali-kali ditanya majelis hakim. Jadi unsur 351 ayat 1 juga harusnya belum terpenuhi.



"Saya menyesalkan yang menjadi pemberat terdakwa dalam putusan hakim adalah pertama karena surat visum dan kedua karena terdakwa tidak pernah mau mengakui perbuatannya. Gimana mau mengakui, orang ibu saya tidak pernah melakukan apa-apa" ujar Eka

Sukma Eka juga mengaku mendapat bukti-bukti baru untuk mengungkap tuduhan penganiayaan yang dilakukan oleh ibunya untuk upaya hukum lebih tinggi lagi.



Penasehat Hukum Sri Kunaryati yang jebolan Wartawan Dio Hermansyah, SH kepada MOKI juga mengatakan,"Kami sedang menyiapkan bukti-bukti baru untuk melakukan upaya hukum yang lebih tinggi lagi, nanti tinggal tunggu dan lihat saja.Kan juga sudah banyak orang yang tahu mengenai korban yang mendatangi RSI dua kali, yang ditangani oleh dua dokter yang berbeda. Kali pertama tidak ada luka sama sekali ditolak untuk visum dan beberapa hari datang lagi lalu keluarlah surat visum yang dijadikan alat bukti, tapi tidak disertai foto-foto,"katanya.

"Saya tegaskan jangan dengan mudah membuat skenario untuk memenjarakan dan menghukumkan orang yang tidak bersalah. Ini menyangkut nasib, nama baik dan hidup orang lain. Kebenaran cepat atau lambat terungkap, hukum jangan dibuat untuk bermain-main, sehingga merusak marwahnya. "kata Dio Hermansyah tegas.



Masih menurut Sukma Eka, tidak menutup kemungkinan untuk mengungkap kasus dugaan penganiayaan yang dituduhkan terhadap ibunya akan menggandeng aktifis Jakarta membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) dengan melibatkan aparat hukum terkait. (Aris)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.