Minggu, 14 Oktober 2018

Di Bunderan HI, GRM- IMF-WB Nyatakan Sikap dalam penutupan Annual Metting IMF-WB

    10/14/2018   No comments

MOKI, Jakarta-Kelompok masyarakat yang mengatasnamakan Aliansi Gerakan Rakyat Menentang IMF-World Bank (GRM-IMF-WB) pamerkan poster dengan berbagai tuntutan. Poster Yang bertuliskan “Shut Down IMF-World Bank, IMF-World Bank Perampas Tanah-kerja-upah, IMF-World Bank Lintah Darat, Tolak Intervensi IMF-World Bank, Indonesia Tak Butuh IMF-World Bank, Bubarkan IMF-World Bank"_  Terpampang di depan patung Bundaran Hotel Indonesia (HI). Minggu (14/10).



Sujak Supriyadi salah satu peserta aksi menuturkan , Aksi yang kami lakukan sebagai respon penolakan IMF-World Bank yang akan mengintervensi kebijakan pemerintah Indonesia. Ia menambahkan. Bahwa pertemuan IMF-World Bank tahun ini justru akan mendikte  negara-negara anggota IMF-WB  dalam membuat kebijakan politik. Di Indonesia World Bank telah merekomendasikan kepada pemerintah Indonesia untuk menghapuskan upah minimum buruh. Padahal Upah Minimum buruh adalah jarring pengaman bagi buruh. Jika hal ini dijalankan oleh pemerintah Indonesia, artinya klas buruh akan semakin menderita, sebab upah yang saat ini terima saja sudah dibatasi melaui aturan PP.78 tahun 2015. Tuturnya.

Sujak menambahkan bahwa gerakan yang kita lakukan ini Menentang IMF-World Bank adalah rasa kecintaan kepada negeri ini dan rakyat. Kami tidak mau Bangsa kita di Dikte dan di intervensi oleh koorporasi monopoli internasional yang hari ini menggunakan Lembaga IMF-World Bank untuk melakukan penjarahan, ekpoitasi sumbr daya alam dan tenaga kerja Indonesia. Justru kita ingin menyelamatkan negeri, kami ingin mengungkap kejahatan IMF-World Bank berkedok mengentaskan kemiskinan dan pembangunan melalui Investasi dan hutang.

“IMF-World Bank adalah Lintah, lintah darat tidak pernah mungkin memakmurkan rakyat, lintah darat tetaplah lintah darat, Hidup dari menindas dan menghisap. “



Berikut ini adalah pernyataan sikap GRM-IMF-WB yang disampaikan dalam aksi pada minggu, 14 Oktober 2018 di Bundaran Hotel Indonesia :

Lawan IMF-World Bank Sebagai Alat Kerakusan Imperialis Yang Merampok dan Menghisap Rakyat.

Imperialis Amerika Serikat (AS) melalui alatnya yakni Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia (WB) terus  melanjutkan rencana serangan terhadap rakyat terhisap dan tertindas dunia. Kedua lembaga keuangan internasional ingin terus membebankan rakyat untuk menanggung krisis yang makin memburuk yang diciptakan kapitalis monopoli atau imperialis. Hakekat tujuan IMF dan Bank Dunia ingin menjadikan negara-negara anggotanya agar terus bergantung pada utang dan investasi asing dalam pembangunan negerinya sehingga dapat dikendalikan.

Demikian juga Pertemuan Tahunan (Annual Meeting) IMF dan Bank Dunia di Bali, 8-14 Oktober 2018, yang diikuti 189 negara yang menghabiskan dana lebih dari satu trilliun rupiah bukanlah bicara kesejahteraan rakyat tetapi mempercepat kemiskinan melalui program-program pemiskinan berkelanjutan. Pemerintah Indonesia menunjukkan watak tidak manusiawi dengan mengabaikan hak-hak korban bencana  di Lombok dan Sulawesi Tengah yang terjadi  menjelang Pertemuan Tahunan IMF dan Bank Dunia.



Tujuan lembaga tersebut adalah membesarkan profit atas surplus kapitalnya (kapital lebih) yang membusuk dengan cara menggelontorkan utang dan investasi yang dilakukan cara intervensi dan perang agresi. Melalui dikte terhadap rejim atau pemerintahan kaki tangan imperialis, skema neoliberalisme yakni deregulasi, liberalisasi, dan privatisasi (swastanisasi) dijalankan agar memudahkan perampokan dan penghisapan terhadap rakyat.

IMF dan Bank Dunia menginginkan agar pembangunan harus didasarkan utang dan investasi asing serta dikuasai korporasi atau perusahaan besar milik kapitalis monopoli. Mereka menjadi alat ketamakan imperialis. Ekonomi Indonesia yang bergantung utang  bagi “pembangunan” yang menjadikan Indonesia di bawah pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) memiliki utang sebesar Rp 5.199 triliun per Juni (Laporan Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia  per Agustus 2018). Utang tersebut akan terus membengkak selama pelaksanaan skema neo-liberalisme dijalankan.

Atas kondisi tersebut, kami Gerakan Rakyat Melawan IMF dan World Bank (GRM IMF-WB) bersama  masyarakat dari berbagai negeri yang bersatu dalam People Global Resistance Against IMF-WB menentang seluruh kesepakatan baru dan menyampaikan tuntutan, yakni:



1.Pemerintah Indonesia harus menghentikan semua bentuk kesepakatan dan kerjasama utang dengan IMF dan Worl Bank!

2.Hentikan pembangunan yang bergantung pada utang dan investasi asing; dan Wujudkan pembangunan yang mengabdi pada kepentingan rakyat!

3.Batalkan pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia yang memboroskan uang rakyat di tengah penanganan pemerintah yang buruk terhadap rakyat korban bencana di Sulawesi Tengah dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang sangat menderita; dan tetapkan bencana di Sulawesi Tengah sebagai bencana nasional serta penuhi segera hak korban bencana di NTB!.

4.Cabut seluruh kebijakan dan aturan perundangan serta hentikan pelkasanaan skema neo-liberalisme, yakni liberalisasi dan privatisasi (swastanisasi), di bawah kontrol imperialis Amerika Serikat yang telah merampok tanah air dan memiskinkan serta menyengsarakan rakyat Indonesia.

5.Naikkan upah buruh dan Naikkan harga komoditas pertanian hasil produksi kaum tani; serta Turunkan harga seluruh kebutuhan pokok.

6.Bebaskan buruh, petani, serta rakyat miskin dari seluruh pajak serta pungutan yang memberatkan rakyat

7.Hentikan seluruh bentuk pengekangan kebebasan berpendapat, berkespresi, dan berkumpul; serta hentikan segala bentuk kekerasan dan kriminalisasi terhadap rakyat yang memperjuangkan hak-hak demokratis! Kami juga menyerukan  seluruh rakyat tertindas dunia dan Indonesia terus membangun, memperbesar, dan memperkuat persatuan dan perjuangan antar rakyat tertindas melawan ketamakan imperialis melalui alatnya yakni IMF dan Bank Dunia.



Majulah Perjuangan Rakyat!
Jayalah Solidaritas Internasional!
Rakyat Terhisap dan Tertindas Seluruh Dunia, Bersatulah!. (Marsan)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.