Senin, 08 Oktober 2018

Tiba di Sumenep, Bupati Kunjungi Korban Gempa Tsunami Sulteng

    10/08/2018   No comments

MOKI, Sumenep - Sebanyak 41 orang korban Gempa dan Tsunami di Palu dan Donggala Sulewesi Tengah asal Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur tiba di Sumenep, Minggu (07/10) malam.



Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si menemui warga Sumenep korban bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala Sulawesi Tengah di Rumah Penampungan Sementara (RPS) Dinas Sosial Kabupaten setempat, Senin (08/10).

Bupati mengatakan, langkah awal yang dilakukan Pemerintah Daerah adalah memenuhi kebutuhan warga korban gempa dan tsunami selama berada di RPS Dinas Sosial, termasuk memberikan bantuan transportasi untuk kembali ke Desa asalnya di Kecamatan kepulauan.

“Pemulangan warga Sumenep korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala Provinsi Sulawesi Tengah sebanyak 41 orang itu recananya pulang ke desanya di Desa Torjuk Kecamatan Raas, Selasa (09/10) besok. Semua biaya transportasi tanggung jawab Pemerintah Daerah dari Sumenep ke Kecamatan Raas.” tegas Bupati di sela-sela kunjungannya.



Ia berharap, kepala desa secepatnya melakukan pendataan terhadap warganya yang menjadi korban gempa dan tsunami, terutama pekerjaan mereka selama berada di Palu dan Donggala.

Itu dilakukan untuk mempermudah Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam memberikan program bantuan jangka panjang bagi mereka, sebab sebelum ada data yang jelas tentu sangat kesulitan menentukan bentuk bantuannya.

“Kami perlu data yang jelas tentang pekerjaan mereka selama ini, agar bentuk bantuan atau programnya jelas dan tepat sasarannya. Contohnya, saat saya bertanya kepada warga korban ada yang membuka usaha percetakan dan Pedagang Kreatif Lapangan (PKL), sehingga bantuannya jelas yang berhubungan dengan usaha percetakan dan PKL atau lainnya.” jelasnya.



Bupati Sumenep dan Ny. Nurfitriana Busyro berbincang-bincang dengan warga korban gempa dan tsunami tentang kondisi keluarga dan saat kejadian, bahkan Ketua TP PKK Kabupaten Sumenep menggendong seorang anak korban bencana alam itu.

Usai berbincang-bincang dengan warga korban gempa dan tsunami itu, Bupati bersama Ny. Nurfitriana Busyro secara pribadi memberikan bantuan kepada 41 warga korban bencana alam yang berasal dari Desa Tonduk Kecamataan Raas.

Bupati mengakui, kecil kemungkinan warga Sumenep korban gempa dan tsunami kembali ke Palu dan Donggala, sebab mereka merasa trauma bahkan ada keluarganya yang meninggal dunia akibat bencana alam itu.



"Kalau mereka kembali ke Palu dan Donggala nampaknya tidak mungkin, sebab trauma atas musibah bencana alam itu. Jadi warga korban itu kemungkinan menetap di masing-masing desanya.” pungkasnya. (sar)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.