Minggu, 28 Oktober 2018

Waroeng Kande, Tempat Seniman Aceh Berkumpul

    10/28/2018   No comments

Chairian ketika bernyanyi diiringi musik Keyboard oleh Kiki di Waroeng Kande, Sabtu (27/10-18) malam.
MOKI, Banda Aceh-Waroeng Kande yang berdomisili di Batoh adalah milik Rafli seorang Seniman Aceh yang juga seorang anggota DPR RI, merupakan Waroeng yang dikelola oleh Group Seni Kande Aceh, lain dari pada Waroeng lainnya yang berada di Ibukota Provinsi Aceh, Kota Banda Aceh. Tempat usaha yang kini telah menjadi trendy dikalangan Seniman Aceh, merupakan Waroeng Kopi tempat mereka ngopi bareng dan bertemu untuk memuaskan rasa seni yang ada pada diri mereka.



Demikian dikatakan oleh Chairian atau lebih dikenal dengan panggilan akrabnya Dek Yan selaku pengelola Waroeng milik Rafli Kande, ketika ditemui Wapemred MOKI di Waroeng Kande tempat usaha Group mereka, Sabtu (27/10-18) malam.

Chairian pada keterangan Persnya mengatakan, Waroeng Kande sebagai usaha dari Group mereka merupakan Waroeng Kopi yang kini telah Trendy dikalangan Seniman yang ada di Aceh. Para seniman Aceh yang terdiri dari pencinta Seni Suara (musik), seni lukis, dan seni sastra, menumpahkan keinginan dan niat serta aspirasi seni mereka di Waroeng Kande.

Kami selaku penglola Waroeng dengan senang hati menerima para Seniman ketika mereka melakukan kegiatannya diseputar waroeng seperti Melukis, baca puisi dan sajak. Meskipun demikian, waroeng kande tidaklah mutlak dimiliki dan dimonopoli kalangan seniman. Karena waroeng kande terbuka bagi semua kalangan termasuk para senior yang melaksanakan acara Reunian Sekolah dan Mahasiswa ataupun group lama yang pernah mereka dirikan, ujar Chairian.

Seperti kita lihat meja yang disebelah sana adalah Reunian STM Meulaboh, mereka sekarang telah bekerja diberbagai Kabupaten/Kota di Aceh dan acara Reunian mereka memilih disini. Waroeng Kande juga telah menyediakan untuk para tamu yang ingin bernyanyi dengan iringan musik Keyboard yang dimainkan oleh Kiki pemusik Aceh yang andal asal dari Kota Sabang.



Para tamu yang datang berkunjung saat malam Sabtu dan malam Minggu kebanyakan adalah tamu sekeluarga. Mereka nyantai dan ngopi bareng sembari bernyanyi diiringi Keyboard yang telah siap melayani mereka bernyanyi dari berbagai jenis musik yang mereka gemari, kata Dek yan.

Bagi generasi muda seniman Aceh yang ingin mengadakan perlombaan bernyanyi berbagai katagori kami siap melayani dengan alat musik yang ada. Namun demikian, segala hal yang tersurat maupun tersirat adalah tanggung jawab mereka, dan mereka juga harus membentuk panitia pelaksana sendiri serta hadiah-hadiahnya, kalau masalah alat musik saat perlombaan telah tersedia di Waroeng Kande.



Dengan adanya Festival bernyanyi, maka para generasi muda seni di Aceh akan terlihat lebih maju lagi dari sekarang ini karena, ajang Festival merupakan pengalaman yang paling berharga bagi seniman dalam meniti karirn dan bakat yang ada pada diri mereka, tukas Chairian alias Dek Yan.

Dia juga menerangkan bahwa, Group Kande yang ada sekarang ini meniti karir dari awal di Kota Banda Aceh dan kini telah berusia 18 tahun. Jumlah personil Kande Group saat melawat ke Luar Negeri, seperti di negara Eropah berjumlah 11 s/d 13 orang. Musik yang kami sajikan adalah jenis musik Etnis, dan kami disambut dengan baik dan menjadi perhatian khusus bagi mereka.

Vokalis Group Kande adalah Rafli dan saya sendiri selaku Manager Group dan rekan-rekan lainnya adalah sebagai pemegang alat tradisionil Aceh dan alat modern. Kedua jenis musik ini digabungkan untuk dipentaskan sehingga menjadi musik jenis Etnis.



Hal ini perlu menjadi perhatian para generasi muda seni, karena sesuatu hal yang terbaik dari prestasi, bukanlah terjadi begitu saja melainkan harus berlatih dengan rajin dan mengikuti berbagai Festival yang diadakan baik oleh daerah maupun luar daerah, pungkas Chairian.(Tiopan. AP)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.