Sabtu, 10 November 2018

Belum Adanya Penyelesaian Kasus PHK, Buruh PT. Beesco Indonesia Sesalkan Sikap Perusahaan

    11/10/2018   No comments

MOKI, KARAWANG-Persoalan tentang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak oleh perusahaan PT.Beesco Indonesia tersebut dilakukan sejak tahun 2015 s/d 2018,Sekira 110 orang terdiri dari anggota Pimpinan Harian dan korlap,dengan alasan efisiensi kerja.



"Kami beranggapan bahwa pihak Perusahaan PT.Beesco Indonesia telah melanggar penuntun Perilaku Kerja/Kode Etik Kerja (Code of Conduct) yang menjadi prinsif bagi pemilik merek dalam hal ini ASICS sebagai pemasok order,karena sebelumnya,setiap tahunnya pihak perusahaan selalu melakukan PHK Sepihak dengan alasan efisiensi dan Habis Kontrak” Kata Rahmat Hidayat K
Kap. Departemen Advokasi dan Kammass GSBI PT.Beesco Indonesia,Sabtu (10/11/218).

Rahmat mengungkapkan apa yang dilakukan pihaknya telah melakukan gugatan hukum dan memperselisihkan kasus PHK tersebut

“kami perselisihkan selama ini namun sampai sekarang belum terselesaikan,padahal sangat terang bahwa PT.Beesco Indonesia tidak diperkenankan mempekerjakan buruh dengan status kontrak (PKWT) berdasarkan Nota Pemeriksaan Disnakertrans Kab.Karawang Nomor : 566/3133/BPKK Tahun 2013 lalu,dan pada tahun 2017 Pihak Pengawasan UPTD Ketenagakerjaan Balai II Provinsi Jawa Barat kembali mengeluarkan Nota Pemeriksaan Khusus Nomor : 560/3777/BP2K.Wil.II bertujuan mempertegas Nota sebelumnya dari Disnakertrans Kab.Karawang” Ungkap Rahmat.



Selain itu Rahmat juga menyesalkan pihak perusahaan yang mempersoalkan kalau para buruh menggunakan data diri Ijazah Palsu,namun hal tersebut di tepis rahmat.

“Itu adalah sebagai salah satu cara pihak perusahaan PT.Beesco Indonesia melakukan PHK sepihak,kami berpandangan juga bahwa perusahaan melakukan hal tersebut dengan mempersoalkan data diri para buruh tidak ada kaitannya dengan kasus PHK, karena menurut kami dalam bekerja dan menghasilkan Produktifitas yang bagus untuk keuntungan perusahaan ialah dengan menggunakan tenaga Skil para buruh, bukannya menggunakan dengan data diri” Katanya.

Menurut Rahmat untuk persoalan Data Diri Palsu/Ijazah Palsu tidak sepenuhnya kesalahan buruh,namun pihak perusahaan juga ikut terlibat melakukan kesalahan karena dari awal para buruh melamar pekerjaan pastinya mengirimkan Data Diri berupa lamaran terhadap pihak perusahaan.

“Seharusnya di cek terlebih dahulu sebelum di terima masuk kerja,dan kami berharap atas persoalan data diri palsu/Ijazah palsu para buruh tidak perlu di permasalahkan dan di jadikan cara untuk mem-PHK Para buruhnya” Imbuhnya.



Kata Rahmat lagi,bukan itu saja yang dilakukan Managemen PT.Beesco Indonesia terhadap buruhnya, juga tidak di berikanya Hak Cuti Bagi Buruh PT.Beesco Indonesia,mulai dari cuti haid,cuti tahunan yang sangat sulit untuk diambil, cuti melahirkan yang tidak berdasarkan aturan undang-undang ketenagakerjaan no 13 tahun 2003.

Pada tahun 2013 PT.Beesco melakukan penangguhan upah, GSBI (Gabungan Serikat Buruh Indonesia ) ambil sikap dan menggugat penangguhan upah tersebut ke PHI Bandung yang hasilnya dimenangkan oleh GSBI, sampai pada tahun 2015 pihak perusahaan PT.Beesco Indonesia banding ketingkat Mahkamah Agung akan tetapi hasilnyapun di menangkan oleh Gabungan Serikat Buruh Indonesia ( GSBI ) yaitu Bayarkan Penangguhan Upah tahun 2013,akan tetapi sampai sekarang upah yang ditangguhkan belum juga dibayarkan.

“Selanjutnya atas hal tersebut kami Pimpinan Tingkat Perusahaan serikat Buruh Garmen Tekstil dan Sepatu-Gabungan Serikat Buruh Indonesia ( PTP.SBGTS-GSBI ) yang mewakili Anggota umumnya buruh PT.Beesco Indonesia akan mengambil sikap tegas atas persoalan- persoalan yang dilakukan pihak perusahaan PT.Beesco Indonesia sampai sikap kami ini di tanggapi dengan sungguh-sungguh oleh pihak perusahaan PT.Beesco Indonesia” Tegasnya



Berikut tuntutan Buruh GSBI PT.Beesco Indonesia

1. Jalankan Nota Pemeriksaan Disnakertrans Kab.Karawang Nomor : 566/3133/BPKK Tahun 2013.
2. Jalankan Nota Pemeriksaan Khusus Balai Pengawasan Provinsi Wilayah II Jawa Barat Nomor : 560/3777/BP2K.Wil.II Tahun 2017.
3. Hentikan Pemutusan Hubungan Kerja ( PHK ) dengan alasan Pemalsuan Ijazah.
4. Berikan Hak Cuti buruh PT.Beesco Indonesia sesuai UU no.13 Tahun 2003
5. Berikan Cuti Hamil 14 Minggu bagi Buruh PT.Beesco Indonesia
6. Jalankan serta Bayarkan Putusan Mahkamah Agung ( MA ) tentang Gugatan Penangguhan Upah Tahun 2013. (Marsan)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.