Kamis, 22 November 2018

Bimtek Kehumasan Ditjenhubla diBuka Oleh Basran Arifin

    11/22/2018   No comments

Basran Arifin Ketika membuka acara Bimtek Kehumasan Ditjenhubla, Kamis (22/11-18) pagi di Hotel BW Suite Tanjung Pandan Belitung (Prov. Babel).
MOKI, Belitung-Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melaksanakan Bimbingan Teknis Kehumasan kepada Humas Ditjenhubla Wilayah Barat di Hotel BW Suite Tanjung Pandan Belitung Provinsi Babel. Acara Bimtek Kehumasan dibuka oleh Kabag Umum dan Perlengkapan Ditjenhubla Basran Arifin, kamis (22/11-18) pagi.

Bimbingan Teknis Kehumasan yang diikuti lebih dari seratus orang peserta kehumasan UPT Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Wilayah Barat dibuka oleh Sekditjenla yang diwakili Kabag Umum dan Perlengkapan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Basar Arifin.

Kabag Umum dan Perlengkapan Basar Arifin ketika membacakan kata sambutan Sekditjenhubla Arif Toha mengatakan, Acara Bimbingan Teknis Kehumasan bagi Pejabat dan praktisi kehumasan di Lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, yang dilaksanakan pada hari ini di BW Suite Hotel, Belitung. Sebelumnya, acara Bimbingan Teknis ini telah diselenggarakan pula di Manado 1 November 2018 dan di Yogyakarta tanggal 8 November 2018, ujarnya.

Dikatakan, Pelaksanaan Bimbingan Teknis ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan ketrampilan bagi para pejabat atau pegawai Kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut yang menangani kehumasan. Khususnya dalam menyusun program kerja serta anggaran kehumasan yang efektif dan efisien, terkait dengan hal ini, tema Bimtek kali ini adalah “ Optimalisasi Kinerja Kehumasan Melalui Penyusunan Program Kerja dan Anggaran yang Efektif ”.

Kita ketahui bersama bahwa, setiap Unit Humas di lingkungan Ditjen Perhubungan Laut bertanggungjawab dan diberikan wewenang untuk dapat memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat terkait kinerja atau peristiwa yang terjadi pada unit kerja masing-masing. Untuk itu, penyusunan program kerja dan keterampilan sumber daya manusia di bidang kehumasan haruslah memiliki kapasitas dan professionalisme sehingga informasi yang disampaikan ke masyarakat dapat berjalan dengan baik dan tepat sasaran, kata Basran.

Lebih dari itu, adanya perkembangan teknologi informasi saat ini telah menjadikan komunikasi publik begitu mudah. Masyarakat bisa melakukan komunikasi tanpa mengenal jarak, ruang dan waktu. Bahkan sekarang ini perkembangan teknologi juga telah memberikan dampak yang cukup besar terhadap kehidupan umat manusia dalam berbagai aspek.

Terkait dengan hal tersebut, penting untuk kita sadari sebagai aparatur pemerintah bahwa, keterbukaan informasi saat ini telah membuka keran kebebasan masyarakat untuk mengakses segala informasi, terkait dengan penyelenggaraan pemerintahan.

Akibatnya pola komunikasi antara pemerintah dan masyarakat juga begitu mudah. Masyarakat tak lagi hanya menggunakan media elektronik atau media cetak yang hanya satu arah, namun juga sudah dua arah, salah satunya melalui media sosial. Komunikasi melalui media sosial memberikan pengaruh yang begitu besar dan dengan mudah mampu mempengaruhi opini publik.

Untuk itu, sebagai aparatur Pemerintah terutama yang menangani kehumasan dituntut untuk mampu memberikan pelayanan informasi serta melakukan komunikasi publik secara baik dan efektif.

Namun demikian, tidak sedikit pejabat atau petugas yang menangani kehumasan merasa takut dalam memberikan informasi atau berkomunikasi secara baik dengan para pemohon informasi. Kondisi ini menunjukkan bahwa pejabat atau petugas yang menangani kehumasan dituntut untuk terus meningkatkan keterampilan dan profesional dalam melakukan komunikasi publik dengan baik.

Oleh karena itulah, penting pula bagi pejabat atau petugas di bidang kehumasan untuk meningkatkan kemampuan dalam membangun relasi yang baik dengan media atau media relations, karena sejatinya antara media dan pemerintah memiliki hubungan yang saling membutuhkan, fungsi media relations merupakan salah satu cara untuk membangun kesepahaman dengan media, sehingga pesan yang akan disampaikan kepada publik dapat tersampaikan dengan baik. Tanpa relasi yang baik dengan media, maka tujuan tersebut akan sulit tercapai.

Guna menunjang kesemuanya, hal yang tidak kalah penting adalah kemampuan para pejabat dan praktisi kehumasan di UPT Ditjen Hubla dalam menyusun kerangka kerja serta anggaran kehumasan yang efektif dan efisien sehingga dapat menunjang dan memaksimalkan kinerja kehumasan dalam memberikan informasi kepada masyarakat luas.

Untuk itulah, melalui kegiatan Bimbingan Teknis Kehumasan ini diharap akan meningkatkan bukan hanya performa dan kepercaan diri kita dalam berkomunikasi dengan publik, namun juga meningkatkan pemahaman dan kemampuan kita sebagai aparatur pemerintah untuk dapat menyusun program kerja dan anggaran kehumasan yang efektif dan efisien, yang pada akhirnya akan menunjang efektifitas kinerja pada unit kerja masing-masing, pungkas Basran membacakan amanat Sekditjenhubla.(Tiopan.AP)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.