Kamis, 15 November 2018

Film Pendekar Inspiratif Sebagai Upaya Penguatan Pendidikan Karakter

    11/15/2018   No comments

MOKI, Sumenep-Momentum Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) HUT ke-73 PGRI dan Hari Aksara Internasional 2018, yang digelar di Kabupaten Sumenep di awali  dengan pemutaran Film Pendekar Inspiratif, yang di buka secara resmi  Bupati Sumenep A.Busyo Karim di Gedung KORPRI, Kamis 15/11/2018.



Kegiatan ini dilaksanakan oleh Direktorat Sejarah, Direktorat Jendral Kebudayaan, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan R.I, serta bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep.

Belajar Sejarah yang dikemas dalam media film, memberikan alternatif pembelajaran sejarah yang menyenangkan sekaligus memberikan sumber inspirasi bagi siswa, guru, dan tenaga kependidikan dalam Penguatan Pendidikan Karakter.

Pemutaran film dibagi menjadi dua sesi yaitu sesi pertama pagi hari dihadiri oleh dewan guru sedang sesi kedua pada siang hari yang di ikuti oleh para siswa – siswi.



Pemutaran Film Edukasi ini bertajuk Pendekar Inspiratif 2018 dengan Judul “Penjuru 5 Santri” yang dihadiri kurang lebih 1000 undangan yang terdiri dari Kementerian pendidikan RI, Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur, Unsur dinas pendidikan Kabupaten Sumenep yang terdiri dari guru dan kepala sekolah.

Dalam kesempatan itu, Direktur Sejarah Kemendikbud R.I, Triana Wulan Dari M.Si mengatakan Pemutaran film Pendekar Inspiratif sebagai upaya Penguatan Pendidikan Karakter melalui Media Inspiratif.

“Film-filem yang ditonton saat ini adalah film-film yang sudah lolos selekasi, sehingga isi pesan yang disampaikam dalam film ini bisa tersampaikan kepada guru,” ujar Triana dalam sambutannya. Kamis (15/11).



Sementara Bupati Sumenep dalam sambutannya menyampikan,  bahwa pendidikan karakter sangat diperlukan dalam kehidupan sehari – hari baik didalam keluarga, lingkungan sekolah maupun dilingkungan Masyarakat pada umumnya. Mengingat Era digital saat ini dengan segala kecaggihannya mampu memberikan dampak yang sangat signifikan baik dan buruknya.

“Karena Kaum Milenial saat ini 54, 3 porsen membaca media online dan minat baca media cetak sangat minim dan hanya kalangan tertentu saja”, jelas Bupati Sumenep A. Busyro Karim.

Namun, lanjut Bupati Tidak dapat dipungkiri bahwa era digital dan globalisasi ini sangat berpengaruh pada perkembangan pola pikir dan lainnya dalam pembangunan khususnya karakter anak bangsa.



Untuk itu mari kita pupuk pendidikan karakter kepada anak – anak kita, sehingga mumpuni dalam akhlaq yakni Etika dalam menjunjung tinggi karakter Bangsa Indonesia kita tercinta. ” Tidak akan ada Masa kini Tanpa Adanya Masa lalu”, pungkasnya. (sar)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.