Jumat, 23 November 2018

GSBI dan FBK, Bersatu melawan Upah Murah Dan Pemberangusan Serikat Buruh

    11/23/2018   No comments

MOKI, KARAWANG-Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) dan Forum Buruh Karawang (FBK) Bersatu menyampaikan sikapnya masing-masih terkait upah, Buruh Kontrak, dan kebebasan berserikat,Kamis (21/11/2018).

Aliansi Gabungan Buruh Karawang (GBK) kemarin melakukan Aksi bersama yang dimulai dari kecamatan Purwasari menuju PT. Chang Shin Indonesia yang Pimpinan oleh Ketua serikat buruhnya yang di PHK secara sepihak dikarenakan aktif dalam kegiatan serikat buruh, Demikian disampaikan oleh Diki Iskandar koordinator aksi tersebut.

"Aksi dilanjutkan ke Disnaker Kabupaten Karawang untuk mengkritisi kinerjanya Disnakertrans yang tidak berdampak baik atas pengaduan dan kasus-kasus pelanggaran pengusaha kepada buruh terkait laporan PHK sepihak dan Buruh kontrak serta kebebasan berserikat" Kata Diki iskandar ketua KPC GSBI Karawang.

Di Kabupaten Karawang dan di Bekasi sekitarnya, pemberangusan serikat Buruh semakin masif dilakukan oleh pengusaha,sistem buruh kontrak semakin menjamur di kabupaten Karawang, sehingga lapangan kerja buat warga Karawang semakin sempit kebutuhan hidup buruh juga semakin sulit.

"Dengan dijalankan upah murah persembahan rezim Jokowi-JK yang diterapkan dalam PP 78 Tahun 2015 dengan aturan kenaikan upah mengikuti Inflasi dan pertumbuhan ekonomi yang kenaikannya sudah diatur hanya 8,03%. Yang tidak sama sekali mencukupi kebutuhan hak layak Buruh."Papar Diki iskandar

Banyaknya Buruh Kontrak yang semakin Masif di Kabupaten Karawang saat ini sehingga terciptanya Labour Market Flexibiliti, yang semakin mempersempit hak politik Buruh untuk bisa memperoleh posisi tawar untuk haknya.

"Demikian juga mengenai kebebasan berserikat yang sudah dijamin oleh Undang-undang No. 21 tahun 2000 mengenai kebebasan berserikat banyak tidak dijalankan oleh pengusaha dan sebagai Buruh yang cerdas dan Kritis hari ini mengkritisi kinerja pemerintahan khususnya Disnakertrans kabupaten Karawang,dengan ada 7 (tujuh) kawasan industri yang ada di Karawang dengan jumlah pabrik 1.568 di seluruh wilayah di Karawang, dimana seharusnya lapangan kerja mudah tapi dipersulit dengan tidak adanya jaminan kepastian kerja karena adanya sistem buruh kontrak bahkan pemagangan, dimana praktek tersebut adalah merupakan perbudakan modern" Jelas Ismet Inoni salah satu perwakilan DPP GSBI yang juga diminta menyampaikan orasi politik pada aksi tersebut.

Forum Buruh Karawang (FBK) dan Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) yang digambung menjadi satu yaitu "Gerakan Buruh Karawang (GBK)" adalah suatu gerakan buruh yang kritis atas kondisi kerja yang buruk yang banyak terjadi ditingkatan pabrik masing-masing, yang akan bersama-sama memperjuangkan hak buruh dan keluarganya untuk hidup layak. (Marsan)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.