Rabu, 21 November 2018

Impor Jagung Tidak Akan Berdampak Buruk Terhadap Petani Jagung Di Sumenep

    11/21/2018   No comments

MOKI, Sumenep-Keputusan Pemerintah mengimpor jagung pakan ternak sebanyak 50.000 hingga 100.000 ton pada akhir tahun 2018 untuk menjaga kebutuhan para peternak mandiri dipastikan tidak akan berdampak  buruk  pada petani jagung di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

“Gak ada masalah kok. Karena, petani jagung di Sumenep ini tidak akan terpengaruh oleh kebijakan pemerintah terkait impor jagung. Petani di Sumenep ini sudah mandiri,” kata Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Sumenep, Ir. Bambang Heriyanto, M.Si, Rabu (21/11).

Menurutnya,  60 persen petani di Sumenep ini mengunggulkan jagung lokal dengan varietas tersendiri yang tersebar di Kecamatan Manding, Talango, dan Guluk-guluk.

“Saya yakin dengan kualitas jagung lokal ini, para petani di Sumenep akan tetap kuat dan bertahan,”tegas Bambang sapaan akrabnya.

Lanjut dia, di sisi lain, lanjutnya, lahan area jagung di Sumenep terluas di Indonesia, mencapai 117.125 hektare, tersebar di 27 Kecamatan, baik daratan maupun kepulauan dengan tingkat produktivitas mencapai 2 hingga 3 ton per-hektare.

“Dari lahan produktif yang ada di Sumenep, hasil produksi jagung mencapai 234.250 ton hingga 351.375 ton per-hektare,” jelasnya.

Pihaknya menghimbau agar petani tidak resah dengan kebijakan impor jagung yang dilakukan pemerintah, sebab keputusan tersebut tidak akan berdampak buruk terhadap petani lokal, apalagi impor jagung untuk jenis hibrida.

“Kami harap petani di Sumenep tenang terhadap kebijakan tersebut," pungkasnya. ( Sar)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.