Sabtu, 17 November 2018

Kabupaten Sumenep Sukses Gelar Peringatan HGN, HUT PGRI Ke-73, Dan HAI Ke-53

    11/17/2018   No comments

MOKI, Sumenep - Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur Sukses menggelar Peringatan Hari Guru Nasional (HGN), HUT PGRI ke-73 dan Hari Aksara Internasional (HAI) ke-53 yang berlangsung di GOR A. Yani Sumenep, Sabtu pagi (17/11/2018).



Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si dalam kesempatan itu mengajak guru yang menghadiri peringatan Hari Guru Nasional hendaknya bisa menikmati sejumlah wisata di Bumi Sumekar, salah satunya adalah Pulau Gili Iyang di Kecamatan Dungkek yang memiliki keistimewaan luar biasa.

Sebab pulau itu memiliki kandungan oksigen terbaik kedua di dunia setelah Yordania, sehingga sangat cocok untuk kesehatan. Bahkan di pulau tersebut ada 157 penduduk berusia di atas 100 tahun dan ada yang masih bertahan selama 5 generasi.

“Harapan saya, para guru jangan dulu pulang, jika belum menikmati destinasi wisata kesehatan di Pulau Oksigen Gili Iyang termasuk juga wisata lainnya baik sejarah, kuliner dan alamnya.” tegasnya di hadapan ribuan guru yang hadir memadati Stadion GOR A.Yani pada Peringatan Hari Guru Nasional Provinsi Jawa Timur tahun 2018, Sabtu (17/11).



Bupati menyampaikan, Kabupaten Sumenep memiliki potensi wisata yang tidak kalah dengan daerah lainnya, mengingat Kabupaten setempat memiliki 126 pulau, 27 kecamatan diantaranya 9 kecamatan berada di kepulauan dan 330 desa.

"Kabupaten Sumenep merupakan salah satu Kabupaten di Jawa Timur yang memiliki keraton hingga saat ini, sehingga beberapa waktu lalu terpilih sebagai tuan rumah pelaksanaan Festival Keraton dan Masyarakat Adat ASEAN (FKMA)," imbuhnya.

Sementar, Gubernur Jawa Timur menyampaikan Pakde Karwo menyapaikan terima kasih kepada PGRI Pusat hingga Kabupaten Kota se Jawa Timur, atas terselegara acara luar biasa ini.



"Terimah kasih kepada ketua umum PGRI yang memperjuangkan  perjuangan PRGI yang luar biasa. Kita bersyukur kepada Allah karena guru oleh pemerintah diberikan tempat terdepan, luar biasa PGRI, Luar biasa Guru," kata Pakde Karwo.

Dalam kesempatan itu Pakde Karwo juga mengakui Kabupate Sumenep rupakan tempat bertemunya pikiran religius dan nasionalis. Selain itu, Kabupaten Sumenep juga memiliki sejumlah destinasi yang indah dan menyehatkan seperti pulau Gili Labak dan pulau Giliyang, yang Oksigenya bagus nomer dua sedunia.

“Usahakan pulang besok, nanti sore langsung menuju ke Giliyang pulau oksigen dulu,” imbuhnya.



Sementara itu, Ketua Umum PB PGRI, Unifah Rosyidi menyampaikan, lahirnya PGRI bukan hanya turut serta memperjuangkan kedaulatan NKRI, melainkan juga berperang melawan kebodohan dan keterbelakangan, memperjuangkan hak hak guru.

“Kita ingin berjuang melawan kebodohan dan keterbelakangan. Sekaligus berjuang mengangkat harkat dan martabat guru,” katanya.

Menurutnya, PGRI sebagai organisasi profesi, ditantang untuk mampu menggerakkan pendidikan, termasuk memberi andil dalam menghadirkan pemikiran transformatif dalam pengembangan kebijakan pemerintah, dari pusat hingga daerah.

“Di era ini kita harus mampu menciptakan pembelajaran yang inovatif, menciptakan peluang menggunakan technologi secara produktif,” harapanya.



Dari pantau media Puncak Hari Guru Nasional dan Hari Aksara Internasional Kabupaten Sumenep tahun 2018, yang dilaksanakan di Stadion GOR Ayani diikuti puluhan ribu guru se-Jawa Timur, dan dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo, S.H., M.Hum., Ketua Umum PB PGRI Ibu Dr. Unifah Rasyidin, M.Pd., Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur Hartoyo, S.H., M.H., dan segenap forkopimda Sumenep. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung khikmat dan lancar dan diselingi tarian adat khas sumenep “Tari Muang Sangka." (sar)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.