Rabu, 21 November 2018

Komisi l, Pelayanan Publik Kepulauan Belum Maksimal

    11/21/2018   No comments

MOKI, Sumenep-Cita-cita pemerintah daerah memberikan pelayanan publik di wilayah kepulauan Sumenep, Madura, Jawa Timur  belum sepenuhnya terpenuhi. Banyak kebutuhan mendasar masyarakat pulau yang terkendala.

Anggota Komisi l DPDR Sumenep Darul Hasyim Fath menyebutkan, yang paling mendesak pelayanan publik di kepulauan adalah pendidikan dan kesehatan.
Selama ini, kebutuhan itu belum maksimal. Disamping itu, pelayanan administrasi kependudukan dan sector transportasi juga menjadi masalah serius. Akibat dari lemahnya layanan publik ini, masyarakat kepulauan mengalami marginalisasi yang serius, pengasingan dan keterasingan.

"Catatan kami, layanan publik ini akan semakin baik kalau menjadi kewajiban penyelenggaraan pemerintahan ditunaikan dengan benar. Dan apa yang menjadi hak warga negara bisa ditunaikan pula," ujar anggota Komisi I DPRD Sumenep ini. Rabu (21/11)

Lanjut dia, untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat kepulauan, legislative selama ini memaksimalkan politik anggaran. Agar alokasi anggaran tidak sepenuhnya ada di daratan. Mulai dari transportasi,penyediaan energi. Tak terkecuali masalah kesehatan dan pendidikan.

Masalah tersebut juga diperkuat dengan temuan Ombudsman RI. Pada saat menjalankan program peningkatan pelayanan publik di daerah dan kelompok marginal, Ombudsman mendatangi sejumlah daerah marginal, tak terkecuali mendatangi kepulauan Kangean.Bahwa pelayanan publik termasuk sarana fasilitas infrastruktur, belum sepenuhnya dinikmati oleh masyarakat.Listrik masih belum memadai,infrastruktur belum memadai, masyarakat masih kesulitan transportasi laut. Meskipun kapal sudah tersedia yang regular, tapi kapal antar pulau masih belum ada,jelas Komisiner Ombudsman RI Ahmad Suaedy beberapa waktu lalu saat ada di Kota Sumekar.

Oleh karenanya, terhadap persoalan itu, menjadi tugas pemerintah daerah supaya merumuskan sejumlah persoalan sekaligus mendorong pemerintah pusat ikut terlibat dalam menyelesaikan.Kami juga melakukan hal itu. kami sempat melakukan workshop,waktu itu datang bapak Bupati Sumenep, dari Disdik dan dari Dinkes Sumenep.

"Kami jabarkan data kami tentang kepulauan. Memang ada tindak lanjut, tapi masih ada banyak persoalan yang belum tuntas," terangnya.

Diakui, faktor utama termaginalnya palayanan publik di kepulauan itu, karena geografis. Akan tetapi,bukan berarti dibiarkan begitu saja.Kami berharap pemkab memperhatikan lebih serius daerah-daerah itu," tukasnya.(sar)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.