Jumat, 09 November 2018

Pemkab Pati Buat Terobosan Agar Santunan Bisa Cair Lebih Cepat Tanpa Harus Buka Rekening

    11/09/2018   No comments

MOKI, PATI-Upaya Pemkab Pati untuk mempercepat proses pencairan santunan kematian rupanya terus dilakukan. Jika sebelumnya pihak ahli waris harus membuka rekening di bank yang telah ditunjuk, kini Pemkab tengah menerapkan terobosan baru dimana tanpa memiliki rekening pun, penerima manfaat dapat langsung mengambil santunan kematian.



"Sekarang tak perlu repot buat rekening baru. Penerima manfaat bisa langsung mengambil santunan lewat virtual account di Bank Jateng. Cukup bawa KK, KTP, dan surat keterangan ahli waris dari Desa saja lalu cari Bank Jateng atau Kantor Kas Bank Jateng terdekat", terang Kepala Dinas Sosial Subawi, hari ini, saat menyampaikan laporan ke Bupati Pati di  acara penyerahan santunan kematian tahap III tahun 2018 di ruang rapat Penjawi Setda Kabupaten Pati.

Dengan sistem yang lebih cepat dan sistematis, Virtual Account bahkan dapat meminimalisir risiko terjadinya human-error sehingga santunan yang dikirimkan dapat diproses dengan cepat.



Santunan kematian sendiri diberikan Pemkab sebagai bentuk empati kepada keluarga yang ditinggalkan.

Menurut Subawi, untuk tahun 2018 ini anggaran santunan kematian di Kabupaten Pati mencapai Rp 1 milyar untuk 1000 orang penerima manfaat.

"Posisi saat ini sudah terserap sebesar Rp 732 juta, tersisa sebesar Rp 268 juta", lanjutnya.



Menanggapi laporan Kadinas Sosial, Bupati Haryanto menyampaikan bahwa walaupun Pemkab telah menganggarkan santunan kematian, namun pihaknya tetap berharap agar masyarakat Pati tetap sehat dan dijauhkan dari segala musibah.

"Toh bila anggaran utuh tidak terpakai, pasti sisanya akan kembali ke kas daerah. Namun kembali lagi, kematian dan musibah, tidak ada yang tahu dan bisa saja tiba-tiba datangnya", tutur Haryanto.

Terhadap para penerima santunan, Bupati tak lupa menyampaikan rasa duka dan bela sungkawa. "Untuk nilai bantuan memang tak seberapa, namun setidaknya dapat membantu baik itu  untuk perlengkapan kematian atau pun prosesi lainnya yang butuh biaya", ujarnya.



Dalam pembagian santunan ini, menurut Bupati,  jumlah hak bagi penerima tidak ada yang dikurangi. "Jadi semua penerima santunan,  masing-masing akan mendapatkan Rp 1 juta tanpa potongan", tegasnya.

Sisa anggaran tahun ini  sebesar Rp 268 juta,  nantinya akan kembali lagi ke dalam kas daerah dan kemudian akan dianggarkan lagi di tahun berikutnya.



Usai acara tersebut, Bupati juga menyampaikan apresiasi pada Dinas Sosial yang tahun depan berencana untuk lebih menyederhanakan lagi pengurusan santunan kematian melalui aplikasi "Pati Santun" yang dapat diunduh di handphone berbasis Android. "Keluarga almarhum/almarhumah tentunya kondisinya sedang berduka, jadi sebisa mungkin kita buat inovasi untuk mempermudah pengurusan dan pencairannya. Ini tentu akan lebih memudahkan warga yang ada di lokasi yang jauh semisal Sukolilo atau Dukuhseti", pungkas Bupati. (Red/fn4/FN /MK)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.