Senin, 17 Desember 2018

Pengacara Geram Pada Pelaku Persetubuhan Anak Dibawah Umur

    12/17/2018   No comments

MOKI, Tangerang-Banyak kasus pencabulan dan atau persetubuhan terhadap anak dibawah umur yang terjadi di wilayah hukum Kota Tangerang membuat kita miris, terutama bagi orang tua yang mempunyai anak-anak perawan yang masih kecil, terakhir terjadi persetubuhan anak dibawah umur yang terjadi di kontrakan Pak Feri RT 003 RW 005 Kelurahan Cibodas, Kecamatan Cibodas Kota Tangerang, pemuda bernama Marcel, Arif dan ke-4 teman laki-lakinya telah menyekap 2 hari sejak jam 02.00 Wib, hari Rabu 31 Oktober 2018 s/d 02 November 2018.

Seorang pelajar kelas 3 SMP bernama AP berumur 15 tahun (kulit putih, tinggi dan muka cantik), pada saat si anak sudah dua hari tidak pulang kerumah, Hanafi selaku bapak kandung terus mencari keberadaan si anak kandung perempuannya, setelah ditelusuri dan diketemukan anaknya tanpa sadar sedang ditiduri oleh laki-laki hidung belang di Rumah Kontrakan pak Feri RT 003 RW 005 Kelurahan Cibodas, Kecamatan Cibodas Kota Tangerang.

Melihat kejadian tersebut Hanafi naik pitam langsung meninju salah satu pelaku dari 6 pemuda yang menjadi tersangka di Polres Metro Tangerang Kota Jalan Daan Mogot 52, Tangerang 15111, setelah diketahui Hanafi berkonsultasi dengan Advokat Sakamuli Prentha, SH dan Advokat Benemay, SH. MH pada kantor Law Office Sakamuli Prentha dan Rekan beralamat di Komplek Ruko Kebayoran Centre blok B 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan dan untuk selanjutnya  membuat laporan pidana di polres tangerang kota dengan bukti lapor Nomor : TBL/B/915/XI/2018/PMJ/Restro Tangerang Kota terkait alat bukti yaitu saksi sudah ada 3 orang (ANA AGUSTINA, M. ALFIANSYAH dan HANAFI) serta barang bukti Visum RSU Tangerang lalu ke-6 Pemuda selaku pelaku sudah mengakui perbuatannya yang tertuang dalam BAP tersangka, pasal yang dituduhkan yaitu Pasal 81 dan 82 UU No.35 Tahun 2014  tentang Perubahan atas UU RI No.23 Tahun 2002 Tahun 2002 Perlindungan Anak.

Advokat Sakamuli Prentha, SH apresiasi keputusan/regulasi Presiden RI ke-7 H. Ir Joko Widodo Terkait adanya Perpu No 1 tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak karena kekerasan seksual terhadap Anak harus di berikan perhatian khusus bagaimana menangani pelaku kejahatan tersebut dengan cara yang luar biasa, karena kejahatan seksual terhadap anak merupakan ancaman dan membahayakan jiwa anak.

Sekaligus mengganggu rasa kenyamanan ketentraman keamanan dan ketertiban masyarakat, maka kita lakukan penanganan dengan cara-cara yang luar biasa berupa pemberatan pidana itu berupa penambahan sepertiga ancaman pidana, pidana mati, seumur hidup/pidana penjara paling singkat 10 tahun dan paling lama 20 tahun, pengumuman identitas pelaku melalui media, tindakan berupa kebiri kimia dan pemasangan alat deteksi elektronik.

Kalau pelaku dijerat dengan pasal KUHP yang merupakan warisan hukum kolonial belanda sudah tidak relefan lagi karena hukum itu berkembang berdasarkan kehidupan masyarakat istilah dalam yunani ibi ius ibi societes dan mengingat di jaman Soeharto, Menteri Muda Urusan Peranan Wanita Ny. L. Sutanto modal dasar yang dimiliki oleh Rakyat Indonesia dalam melaksanakan pembangunan nasionalnya, antara lain adalah jumlah penduduk yang sangat besar, yang apabila dapat dibina, dikerahkan serta didayagunakan secara efektif akan merupakan modal pembangunan nasional jadi kejahatan tidak saja tumbuh subur pada kepadatan penduduk melainkan dengan pembekalan pendidikan pengetahuan seksual dan agama serta rasa kebersamaaan masyarakat untuk saling menjaga serta kepedulian terhadap keamanan anak dan perempuan maka kejahatan seksual Insyallah tidak akan terjadi di Kota Tangerang  jelas statmen Sakamuli Prentha, SH saat dijumpai di Lippo Supermal Karawaci saat jam makan sore.

Advokat Sakamuli Prentha, SH dan advokat Benemay, SH., MH terpanggil untuk membela korban persetubuhan dibawah umur karena sebagai bentuk rasa sayang kepada anak-anak indonesia, menghormati kaum perempuan dan melihat nenek korban adalah tukang urut keliling yang dari segi ekonomi sangat memprihatinkan terkait urusan dapur kadang bisa masak kalau ada duit dan terkadang tidak masak hanya saja berharap belas kasih dari tetangga sekitar rumah tempat tinggalnya di Jl. Lokapala II No. 10 RT. 04 RW. 08 Kelurahan Cibodas Kecamatan Cibodas Kota Tangerang.

Sedangkan bapak korban bekerja sebagai mekanik mobil yang gajinya sebulan hanya 2,6 juta/bulan harus bisa mencukupi kebutuhan makan minum ke-5 anak nya serta menyekolahkan anak nya yang duduk di bangku sekolah SMP kelas 3, sekarang kondisinya AP (korban) berhenti sekolah karena rasa trauma dan suka melamun/menyendiri hal ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit. (Ton)

Iklan-Devis
Previous
Next Post
Tidak ada komentar:
Write komentar

© 2008 MOKI I Media Online Kabar Investigasi. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.