Sabtu, 09 Februari 2019

Berdalih Untuk Biaya UNBK Kepsek SMPN 2 Amandraya Nisel Diduga Lakukan Pungli

    2/09/2019   No comments

MOKI, NISEL-Siteri Hia, S.pd Kepala sekolah SMPN 2 nias selatan diduga melakukan  Pungutan liar kepada orang tua siswa siswi kelas 9 SMPN 2 AMANDRAYA,KABUPATEN NIAS SELATAN  yang akan mengikuti Ujian Nasional tahun ajaran 2018/2019.

Modus pungutan liar yg dilakukan Kepala sekolah SITERI HIA S.Pd  dengan alasan untuk keperluan siswa siswi yang hendak mengikuti UNBK.

Guna membayar biaya belajar tambahan, biaya pembelian genset, biaya pas photo,  biaya pembelian peralatan komputer bagi siswa yang akan mengikuti  pelaksanaan Ujian Berbasis Komputer (UNBK), Ada pula Biaya Penulisan Ijazah,  dan biaya untuk membayar ucapan terima kasih ."

Saat dikonfirmasi media ini kebeberapa orang tua siswa yang tidak mau disebutkan namanya diberita ini.kamis (7/2/2019),wali murid sangat kecewa kepada pihak sekolah yang  membebani biaya-biaya tersebut untuk pelaksanaan UNBK.

Sementara itu Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Sudah diberikan Pemerintah Pusat. Orang tua siswa merasa di bodoh-bodohi oleh pihak sekolah dan Komite sekolah,sehingga menimbulkan buah pemikiran para wali murid apakah ini cara untuk meminimalisir pengeluaran Dana BOS disekolah, " ????

Kami Orang tua siswa bertanya kemana digunakan Dana BOS yg diterima oleh Pihak Sekolah, kenapa harus biaya-biaya tersebut di bebankan kepada Kami oleh pihak sekolah ??? terang salah seorang wali murid dengan kesal.

Saat dikonfirmasi www.kabar-investigasi.com Kepala sekolah SMPN 2, SITERI HIA S.Pd diruang kerjanya kamis,(07/02/2019), membenarkan adanya pungutan terhadap orang tua siswa kelas 9.

Kami (Kepsek) mewakili pihak sekolah telah berkordinasi dan minta izin  ke DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN NIAS SELATAN NURHAYATI TELAUMBANUA, S.Pd. MM selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Bidang SMP dinas pendidikan Nias Selatan, untuk meminta biaya kepada orang tua siswa kelas 9 sebesar 250.000/siswa.

"Dengan jumlah siswa sebanyak 76 orang siswa kelas 9,melalui rapat orang tua siswa dan guru-guru SMPN 2 kami gunakan untuk biaya beli genset, minyak genset, biaya makan biaya honor, biaya pasphoto dan biaya pengambilan ijazah biaya-biaya sampai tamat,"jelasnya.

Di tempat yang berbeda ketua Komite TOLONA FAUDULAIA membenarkan ungutan tersebut,"250.000/ siswa"saya hadir saat rapat bersama kepala sekolah SITERI HIA S.pd,orang tua siswa dan guru-guru, untuk meminta biaya ujian siswa kelas 9".

Pada rapat tanggal 26 Januari 2019.tuturnya. saat dikonfirmasi dirumahnya, Kamis( 7/2).

Menurut pengamat pemerhati pendidikan ditempat yang berbeda,juga tidak mau disebutkan namanya diberita ini,bahwa dikabupaten Nias Selatan hampir tercukupi tenaga Guru yg dibiayai oleh pemerintah baik PNS maupun GTTD/ GBD/GBK yang dibiayai oleh Daerah.

Tentu dalam hal ini Pengeluaran Dana BOS disekolah khusus Honor Guru tidak terlalu membebani Dana BOS yang diterima sekolah tuturnya, Jumat (8/2).

Pungutan liar yg dilakukan Pihak Sekolah diharapkan kepada Pemerintahan pusat, Pemerintah Propinsi, dan Pemerintah Kabupaten agar ada teguran keras supaya di semua sekolah tidak melakukan tindakan yang sewenang - wenang untuk memungut uang kepada wali murid dalam pelaksanaan ujian khususnya di SMPN 2 amandraya.

Wali murid juga meminta kepada pemerintah daerah kabupaten Nias Selatan terhusus Dinas Pendidikan untuk menempatkan kepala sekolah yang benar-benar bertanggungjawab dan perhatian  pada dunia pendidikan harapnya.'

Dalam RKAS Sekolah telah di anggarkan Dana BOS mulai dari persiapan Penerimaan siswa baru, Biaya persiapan ujian tengah semester sampai pada pelaksanaan Ujian Nasional telah ada anggaran pada Dana BOS yg diterima sekolah.'lanjutnya menjelaskan kepada awak media, saat awak media www.Kabar-investigas.com mendatangi kadis pendidikan Kabupaten Nisel diruang kerjanya, Fanayama km 7 namun tidak ada(8/2), dihubungi melalui seluler (9/2) tidak diangkat, seperti mengacuhkan dan enggan dikonfirmasi oleh awak media.

SMPN.2 amandraya mempunyai tenaga pendidik 1 orang kasek, 7 orang GGD,6 orang GTTD,5 orang TATA USAHA, jumlah siswa  200 orang kurang lebih dalam satu tahun DANA BOS diterima oleh SMPN 2 AMANDRAYA kurang lebih Rp.200 juta/tahun.(Rahman)

Iklan-Devis
Previous
Next Post
Tidak ada komentar:
Write komentar

© 2008 MOKI I Media Online Kabar Investigasi. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.