Rabu, 27 Februari 2019

Jurnal Bayangkara Perwakilan Aceh Mengutuk Tindakan Masa Yang Menjerang Rombongan Bupati Aceh Barat

    2/27/2019   No comments

 Tgk Agustam Effendi dan Bupati Aceh Barat H Ramli MS.
MOKI - ACEH BARAT : Ketua Jurnal Bayangkara Perwakilan Aceh Tgk. Agustam Effendi yang lebih dikenal dengan sapaan Tgk. Wayla ini, kepada Wartawan Selasa ( 26/2/2019) di Langsa mengatakan, bahwa melalui Investigasi yang saya lakukan, dirinya mengutuk keras demo yang dilakukan kalangan masyarakat yang menyerang Bupati Aceh Barat, H Ramli MS. Rabu lalu (20/2/2019)

Masih diucapkan Tgk.Wayla yang kini menjabat selaku Penasehat KB- FKPPI  di Kota Langsa ini lagi, kita menilai tindakan yang dilakukan Pangaman Tertutup ( Pantub ) sudah benar sesuai SOP didalam penyelamatan terhadap pejabat negara didalam situasi yang dalam katagori darurat atas penyelamatan pejabat negara dimaksud ( Bupati red ) yang ada dilokasi tersebut.

Kita juga menilai sebuah kebenaran yang dilakukan Pantub tersebut antara lain,1. Para pendemo  akan berupaya menggagalkan Musrembang yang pada saat itu dilaksanakan di Kecamatan Arongan Lambalek. 2.Untuk menyelamatkan Bupati dari peserta demo di lokasi tersebut. 3.Tim rombongan Bupati diserang para pendemo  dan 4. Kita juga  mengharapkan  Bapak  Kapolri Cq Kapolda Aceh untuk dapat memberikan penghargaan kepada Pantub tersebut atas hal yang telah dilakukannya ini.

Bahkan berdasarkan amatan kita dilapangan bahwa penyerangan yang dilakukan oleh sekelompok masa di Kecamatan Arongan Lambalek Aceh Barat tersebut diduga sebagai upaya yang sangat tidak terpuji.

Lebih lanjut disampaikan Tgk.Agustam Effendi / Tgk Wayla ini, Bupati sangat menyesalkan aksi anarkis yang dilakukan pendemo saat itu. Atas penyerangan para pendemo tersebut  yang ditujukan ke Bupati tersebut  sehingga membuat ajudan Bupati tersebut mengambil langkah tegas guna menyelamatkan Bupati  Aceh Barat, H Ramli MS untuk bergegas masuk kedalam mobil dinasnya.

Menurut Agustam Effendi yang saat itu berada dilokasi di Kabupaten Aceh Barat  dan melihat langsung kejadian tersebut dan  masa pendemo yang jumlahnya diperkirakan 30 orang.Pada waktu itu saya sedang melakukan konfirmasi  dengan Camat Arongan Lambalik Drs.Sabirin dan Camat pun membenarkan atas kejadian itu.

Bahwa aksi  demo tersebut terjadi setelah Bupati H.Ramli.MS membuka kegiatan Musrembang di Desa Drien Rampak   Kecamatan Arongan Lambalek.Usai membuka acara itu   Bupati  langsung keluar dari Kantor Camat itu,  dirinya  langsung dihadang  oleh sejumlah  warga yang menanyakan persoalan desa mereka di Kecamatan Arongan ini.

Karena menurut mereka belum sesuai dari keinginan mereka. Disisi lain kata  Agustam Effendi selaku  Penasehat KB – FKPPI Kota Langsa ini, kita juga melihat para pejabat  serta kalangan masyarakat  yang ada disini ( Aceh Barat red ) terus berusaha dan berupaya menghalau masa  yang mencoba mengejar Bupati sambil mengucapkan kata kata kurang pantas disampaikan  pada saat itu.

Ditambahkanya, Alhamdulillah berkat pertolongan dari Allah SWT pada saat itu, Kata Agustam Effendi Bupati berhasil selamat dari  hal tersebut.

Ini kesemuanya berkat keuletan ajudan saya H.Ramli MS selaku Bupati Aceh Barat  didaerah ini. Dan Insya Allah  berhasil diselamatkan pada saat itu.

Menurut Agustam Effendi sangat mengharapkan semua permasalahan dapat diselesaikan secara baik dengan melakukan musyawarah agar nantinya dapat menghasilkan sebuah keputusan yang baik pula, dan hasil musyawarah itu nantinya dibawa ke Kecamatan guna dapat diajukan ke Pemeritah Dearah.

Kita juga mendengar dari perkataan kasar yang dilakukan Pendemo disitu  yang ditujukan ke Bupati. Namun Bupati ini tidak menghiraukannya, karena Buapti langsung masuk keruang acara Musrembang itu.

Usai acara Musrembang tersebut Bupati ini  kembali ke mobil dinasnya  guna menghadiri acara lain, secara tiba tiba dirinya ( Bupati - red ) oleh beberapa warga yang mempertanyakan penyelesaian Desa Arongan, Kecamatan arongan lambalek, yang kini masyarakatnya terpecah , karena sebahagian masih berdiam di desa lama dan sebahagian lagi mereka menetap di desa lain di lokasi relokasi.

Bupati disitu meminta, sebaiknya persoalan tersebut dimusyawarahkan sesama warga guna melahirkan sebuah keputusan terbaik dan hasil musyawarah itu dilaporkan ke Kecamatan yang nantinya akan diteruskan ke Pemerintah daerah, sebagaimana yang  dsampaikan Bupati disitu, sebagaimana yang ditiru Agustam Effendi ini.(RD).

Iklan-Devis
Previous
Next Post
Tidak ada komentar:
Write komentar

© 2008 MOKI I Media Online Kabar Investigasi. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.