Jumat, 01 Februari 2019

Sebulan Melaut, Lima Nelayan Asal Kecamatan Dungke Di Kabarkan Hilang

    2/01/2019   No comments

Ilustrasi
MOKI, Sumenep - Akibat cuaca ekstrim lima nelayan asal Kecamatan Dungkek, Sumenep, Madura, Jawa Timur, dikabarkan hilang.

Informasi yang diterima media ini, kelimanya hilang dalam perjalanan pulang dari Pulau Kangean Sumenep, Selasa, 29 Januari 2019.

Camat Dungke Heru Cahyono menjelaskan, Lima nelayan yang dikabarkan hilang itu sebelumnya mencari ikan. Mereka berangkat dari Desa Romben Barat, Kecamatan Dungkek, menuju Sapeken. Setelah sekitar satu bulan, mereka bermaksud pulang dari Sapeken pada 28 Januari lalu.

Namun karena cuaca buruk, akhirnya mereka berlabuh di Kangayan daerah Takat. Sehari berikutnya, Selasa, 29 Januari 2019, sekitar pukul 04.00 WIB mereka memberikan kabar kepada keluarganya.

"Setelah cuaca membaik, sekitar pukul 10.00 WIB., mereka berangkat kembali melanjutkan perjalanan pulang dari Kangean menuju Desa Romben Barat kec. Dungke, akan tetapi setelah lewat pukul 10.00 WIB., para nelayan itu sudah tak bisa lagi dihubungi sampai sekarang," kata Heru pada media, Jum'at (1/2/9).

Namun Heru belum bisa memberikan keterangan detil, karena masih tahap menghimpun informasi dari pihak keluarga.

“Kejadiannya bukan di Kecamatan Dungkek, cuma korbannya nelayan Dungkek, ini belum ketetahui keberadaanya sampai saat ini, karena nelayan tersebut putus komunikasi dengan keluarga, sekarang saya perjalanan menuju rumah korban,” tutupnya.

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Abd. Rahman Riadi mengaku sudah mendapat laporan adanya nelayan hilang tersebut dari Camat Dungkek, dan langsung berkoordinasi dengan Basarnas.

“Menindaklanjuti laporan Camat Dungkek berkenaan dengan hilangnya nelayan, telah kami koordinasikan dengan Basarnas,” kata Rahman, saat dikonfirmasi media ini melalui WhatsApp. (Sar),

Iklan-Devis
Previous
Next Post
Tidak ada komentar:
Write komentar

© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.