Jumat, 08 Februari 2019

Terkait Jual Beli Dokumen Kayu llegal, Kabid PPH Dishut Prov Jambi Segera Bentuk Tim Investigasi

    2/08/2019   No comments

MOKI, JAMBI-Beberapa bulan yang lalu Presiden Republik Indonesia Bapak Ir.H. Joko Widodo datang ke Provinsi Jambi dalam acara Pemberian SK Perhutanan Sosial bagi Petani untuk menupang kehidupan para petani. Jumat. 08/02/2019.

Disela-sela kegiatan tersebut ada seorang perwakilan petani yang mengadu tentang hutan yang di beri SK tersebut banyak sudah rusak akibat para pelaku illegal logging. Mendapatkan aduan rakyat pak Jokowi langsung memerintahkan kepada Kapolri agar menindak tegas kejahatan hutan tersebut.

Tapi sangat di sayangkan sampai detik ini pelaku illegal logging masih marak terjadi karena ada modus yang sangat terstruktur untuk membekingi pelaku-pelaku illegal logging ini.

Yang mana hal ini disampaikan langsung oleh Afriansyah selaku anggota investigasi LPI TIPIKOR RI pada media Www.kabar-investigasi.com. Ia mengatakan berdasarkan hasil investigasi nya dilapangan Modus yang dilakukan untuk mengelabui aparat penegak hukum dan dinas kehutanan provinsi jambi sangat rapi bahkan tidak terendus aktifitasnnya .

Dengan modus yang luar biasa rapi, kayu dari sawmel-sawmel illegal di langsir ke Gudang di Daerah Kiliran Jauh Kecamatan Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya Provinsi sumatera barat.

Sesampainya disana baru lah dikasih Dokumen CV.Karya Mandiri dengan tujuan TPT.KO Sukses Makmur Sejahtera yang beralamat kan di RT.07 Dusun Embacang gedang kecamatan tanah sepenggal lintas kabupaten Bungo.

Sesampai di TPT.KO Sukses Makmur Sejahtera kayu ganti dokumen lagi pakai TPT.KO Sukses Makmur Sejahtera dengan tujuan Jakarta.

Modus nya tergolong sangat rapi, sehingga terkesan tidak ada celah  untuk diketahui oleh pihak- pihak bersangkutan seperti aparat kepolisian dan dinas kehutan provinsi jambi.

karena mereka menutupi asal usul bahan baku kayu log atau kayu bulat dari izin lokasi IUIPHHK dari beberapa CV, UD maupun Perorangan. padahal faktanya asal usul kayu tersebut banyak berasal dari hutan lindung yang berada di Riau maupun Jambi khususnya Kabupaten Tebo, Pungkas Afriansyah.

Dan hasil anggota investigasi LPI TIPIKOR RI ini di lapangan kuat dugaan aparat penegak hukum di Wilayah Hukum provinsi Sumatera barat dan Jambi mendapatkan upeti dan adanya uang kordinas dari usaha kejahatan hutan ini sehingga mereka tutup mata dan telinga terhadap pelaku usaha yang diduga ilegal, ucap Afriansyah.

Jadi sebenarnya Tempat Penampungan Terdaftar Kayu Olahan inilah biang kerok dari Kejahatan Hutan, karena tanpa ada Dokumen pembeli tidak akan berani membeli kayu dan sopir ekpedisi tidak akan berani mengangkut atau membawa kayu tersebut, pungkas Afriansyah.

Untuk itu kami dari LPI TIPIKOR RI mendesak penegak hukum terhusus DIRJEN GAKKUM LHK RI yang berada di pusat agar menindak tegas kejahatan hutan ini agar keberlangsungan ekosistem didalam hutan tetap asri dan tidak punah akibat para pelaku pembalak liar.

Seharusnya sebagai anak cucu negri harus menjaga kelestarian Hutan tanpa harus merusaknya untuk keberlangsungan sesuai yang dimandatkan Undang – Undang Republik indonesia Nomor 50 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Dalam hal ini ketika dikonfirmasi oleh www.Kabar-investigasi.com "Agus Priyanta" selaku Kepala Bidang Perencanaan Pemanfaatan Hutan Provinsi Jambi menyampaikan bahwa pihak Dinas Kehutanan Provinsi jambi akan membentuk tim dan menurunkan tim investigasi dan menurunkan tim gabungan pengamanan dan peredaran dgn melibatkan KPH setempat, apabila memang ditemukan kejanggalan2 ya akan diberi peringatan sampai penjabutan ijin.
Pungkasnya melalui pesan singkat via wahtsap. (Hadi P)

Iklan-Devis
Previous
Next Post
Tidak ada komentar:
Write komentar

© 2008 MOKI I Media Online Kabar Investigasi. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.